Jakarta (Atnewa) - Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Enik Ermawati, yang akrab disapa Ni Luh Puspa, menegaskan generasi muda, khususnya Generasi Z, menjadi kunci dalam mendorong transformasi pariwisata Indonesia menuju arah yang lebih berkelanjutan.
Dalam webinar STDev Circle Seri 3 bertema “Perspektif dan Prakarsa Kaum Muda Gen Z: Strategi dan Gerakan Aksi Kepariwisataan Berkelanjutan” di Jakarta Rabu (29/4), Wamenpar Ni Luh Puspa menegaskan generasi muda, khususnya Generasi Z, memiliki peran strategis bukan hanya sebagai penikmat, tetapi juga sebagai penggerak perubahan.
Menurutnya, kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan, serta pemanfaatan teknologi digital menjadi kekuatan utama generasi muda dalam mendorong lahirnya pariwisata yang lebih bertanggung jawab, inklusif, dan berkelanjutan.
“Dengan kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan, dan kekuatan digital, generasi muda dapat mendorong lahirnya pariwisata yang lebih bertanggung jawab, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Ni Luh.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah dan generasi muda menjadi kunci penting dalam memperkuat arah pembangunan pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Melalui forum ini, diharapkan lahir berbagai gagasan baru yang mampu mendorong transformasi sektor pariwisata ke arah yang lebih berkelanjutan.
Staf Ahli Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Kementerian Pariwisata, Frans Teguh, menambahkan generasi muda tidak hanya berperan sebagai penggerak kreativitas, tetapi juga sebagai target pasar yang strategis. Hal ini menjadi peluang sekaligus tantangan yang perlu dimanfaatkan dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Ia mencontohkan sejumlah isu yang dapat menjadi ruang kontribusi generasi muda, seperti pengolahan limbah makanan dan pengelolaan sampah. Menurutnya, gerakan-gerakan ini penting untuk menjadikan pariwisata sebagai bagian dari solusi bagi keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masa depan.
“Saya kira gerakan-gerakan ini semakin kita butuhkan karena kita ingin menjadi bagian dari solusi untuk kehidupan saat ini dan masa mendatang,” kata Frans.
Frans menekankan pariwisata berkelanjutan erat kaitannya dengan praktik berwisata yang bertanggung jawab terhadap lingkungan, sekaligus upaya mewariskan nilai-nilai positif bagi generasi mendatang. Ia berharap forum ini tidak berhenti pada diskusi, tetapi mampu mendorong aksi nyata yang relevan.
“Harapan kami, forum ini tidak berhenti pada diskusi, tetapi mampu mendorong aksi nyata yang relevan dengan pengembangan pariwisata berkelanjutan, seperti penguatan ekowisata, gerakan zero waste, kampanye perjalanan bertanggung jawab, serta kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.
Rektor Universitas Pelita Harapan, Jonathan L. Parapak, turut menegaskan peran generasi muda dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan akan sejalan dengan penguatan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak perekonomian nasional.
“Untuk pariwisata masa depan, kita harus bersiap lebih baik lagi,” kata Jonathan.
Kementerian Pariwisata terus mendorong keterlibatan generasi muda sebagai agen perubahan dalam mewujudkan pariwisata Indonesia yang berdaya saing, berkelanjutan, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat. (Z/002)