Denpasar (Atnews) - Akademisi Drs. I Made Sendra, M.Si yang juga Dosen Pariwisata Universitas Udayana (Unud) mengungkapkan terobosan Tiongkok untuk mengurangi terjadinya disparitas pembangunan wilayah urban dengan desa.
Demikian disampaikan Sendra yang juga Mantan Dekan Fakultas Pariwisata Unud di Denpasar, Sabtu (16/5).
Hal itu sebagai respon salah satu Tokoh Bali Dr I Nyoman Sender melihat perkembangan pembangunan ekonomi negeri Tirai Bambu (Tiongkok) khususnya di Provinsi Chengdu, Chongqing dan Hunan, pada tanggal 1 s/d 9 Mei 2026.
Menurutnya, Tiongkok membagi tingkat perkembangan wilayah di China menjadi 3 yaitu the first tiers cities memiliki tingkat pertumbuhan Gross Domestic Product (GDP) paling tinggi.
Umumnya berlokasi di wilayah timur China dan kota - kota besar, pusat - pusat industri spt Beijing, Shanghai, Senzhen, Gungzou dan lainnya. (2) the second tiers cities lokasi di bg tengah Tiongkok dengan tingkat pertumbuhan ekonomi di bawah the first tiers city, dan (3) the third tiers cities wilayah perbatasan, paling barat Tiongkok dengan tingkat pertumbuhan ekonomi paling rendah.
Salah satu cara Tiongkok untuk mengatasi ketimpangan dlm pertumbuhan ekonomi adalah pembangunan fasilitas transportasi darat untuk menghubungkan wilayah pertanian yang ada di pedesaan, lembah, ngarai, savana pengghasil buah - buahan, ternak, unggas, dan lainnga melalui jalur jalan bebas hambatan menembus lembah, bukit, gunung sehingga produk China bisa cepat sampai di pasar seperti Indonesia.
Tiongkok (China) tengah menjadi perhatian berbagai kalangan, melesat dari sekadar "pabrik dunia" menjadi raksasa teknologi dan ekonomi global terkemuka.
Bahkan baru saja, adanya kunjungan kenegaraan delegasi Amerika Serikat ke China dalam memulihkan jalur komunikasi, meredakan eskalasi ketegangan geopolitik, dan memperkuat stabilitas strategis.
Pertemuan tersebut juga menjadi wadah bagi AS untuk membahas aturan bersama terkait keamanan Artificial Intelligence (AI) dan isu-isu global krusial lainnya.
Menariknya lagi, pertemuan antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump didampingi oleh para CEO raksasa teknologi (termasuk Apple, Tesla, Nvidia, dan Meta). (GAB/002)