Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG
Banner Bawah

Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG

Admin 2 - atnews

2026-06-06
Bagikan :
Dokumentasi dari - Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG
Prof Tjandra Yoga Aditama (ist/atnews)
Oleh Prof Tjandra Yoga Aditama

Gonjang ganjing BGN di hari-hari ini harusnya dijadikan momentum untuk bekerja jauh lebih baik. Dalam hal ini, kita soroti salah satu aspek pentingnya, yaitu lima hal yang dapat dilakukan untuk menilai dampak kesehatan program MBG. 

Pertama tentu memastikan makanan yang disajikan adalah aman. Hal ini setidaknya melalui tiga hal.  Ke satu semua SOP di kerja SPPG harus dilakukan kepatuhan sepenuhnya pada aturan yang ada, ke dua dilakukan tes kimiawi untuk makanan sebelum dikirimkan dan ke tiga melakukan uji petik secara sistematis.
 
Ke dua,  kini momennya untuk secara berkala melakukan Survei Kepuasan pada berbagai penerima manfaat MBG. Selain survei kepuasan maka baiknya ada mekanisme agar masyarakat dapat menyampaikan masukan tentang pengalaman mereka mendapat MBG ini. Hasil survei kepuasan dan masukan masyarakat tentunya harus dianalisa dengan baik untuk perbaikan dari waktu ke waktu.

Ke tiga, maka amat tepat kalau momentum kejadian sekarang ini untuk mulai melakukan pengumpulan data longitudinal dalam bentuk studi kohort secara ilmiah sehingga dapat diketahui keadaan kesehatan dan gizi saat ini dan bagaimana perkembangannya dari tahun ke tahun yang kita ikuti terus , setidaknya sampai tahun 2029.

Hanya dengan pendekatan ilmiah seperti ini maka penilaian keberhasilan dan juga dampak dapat dipertanggung jawabkan sesuai prinsip kebijakan publik berbasis bukti (“evidence-based public policy”).

Hal ke empat, tentu kita mengharapkan agar tidak terjadi keracunan makanan lagi. Tetapi kalau masih terjadi maka harus dilakukan analisa ilmiah setidaknya dalam tiga tahapannya. Ke satu segera dilakukan penyelidikan epidemiologik (PE) secara seksama dan rinci, ke dua analisa biologis dan ke tiga analisa kesehatan masyarakat. 

Hal ke lima untuk menilai dampak kesehatan program MBG adalah  melakukan monitoring dan evaluasi yang juga harus dilakukan dengan sangat seksama, dengan kemungkinan penyesuaian dan perbaikan program dari waktu ke waktu kalau dibutuhkan, sesuai kenyataan yang ada di lapangan.

*) Prof Tjandra Yoga Aditama Direktur Pascasarjana Universitas YARSI / Adjunct Professor Griffith University Australia  Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit serta Kepala Balitbangkes Penerima Rekor MURI April 2024, Penerima Penghargaan Paramakarya Paramahusada 2024 - PERSI dan Penerima Penghargaan Achmad Bakrie XXI 2025

Baca Artikel Menarik Lainnya : Imlek 2019 Wujudkan Keharmonisan

Terpopuler

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

Senantara: Kita Butuh Investor yang Jaga Bali, Bukan Cuma Cari Untung

Senantara: Kita Butuh Investor yang Jaga Bali, Bukan Cuma Cari Untung

Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia

Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia

ITDC Gandeng Masyarakat Benoa Kelola Sampah Organik Jadi Eco Enzyme untuk Pariwisata Berkelanjutan

ITDC Gandeng Masyarakat Benoa Kelola Sampah Organik Jadi Eco Enzyme untuk Pariwisata Berkelanjutan