Oleh Dr. Ir. I Nyoman Sucipta, M.P., CH., CHt., CMH.
Usia di atas 70 tahun adalah anugerah yang tidak diberikacn kepada semua orang. Pada usia ini, seseorang telah melewati begitu banyak musim kehidupan: masa kanak-kanak yang penuh mimpi, masa muda yang penuh semangat, masa dewasa yang sarat perjuangan, hingga masa tua yang membawa kebijaksanaan.
Di usia lebih dari 70 tahun, kita mulai menyadari bahwa hidup bukanlah tentang berapa banyak yang telah kita kumpulkan, melainkan tentang berapa banyak kebaikan yang telah kita tinggalkan. Rumah yang megah, kendaraan yang mewah, dan berbagai pencapaian duniawi pada akhirnya hanyalah titipan. Yang abadi adalah kenangan baik yang tertinggal di hati orang lain.
Bagi para sahabat seusia, hari-hari yang tersisa bukanlah alasan untuk bersedih karena usia bertambah. Sebaliknya, setiap pagi adalah hadiah yang patut disyukuri. Setiap pertemuan dengan teman lama adalah berkah. Setiap tawa bersama cucu adalah kebahagiaan yang tak ternilai.
Bagi mereka yang telah memasuki usia 70 tahun ke atas, janganlah menghitung berapa lama lagi waktu yang tersisa. Hitunglah berapa banyak berkat yang telah diterima. Jangan terlalu meratapi kehilangan, tetapi syukurilah apa yang masih dimiliki. Jangan sibuk mengenang masa lalu dengan penyesalan, tetapi nikmatilah hari ini dengan ketenangan.
Pada akhirnya, masa tua bukanlah akhir dari kehidupan, melainkan puncak perjalanan kehidupan. Di puncak itu, seseorang dapat melihat lebih jelas makna cinta, persahabatan, pengabdian, dan kebersamaan. Semoga setiap hari yang dijalani di usia senja menjadi hari yang penuh syukur, damai dalam hati, sehat dalam raga, hangat dalam keluarga, dan bermakna bagi sesama.
Karena kebahagiaan di usia tua bukanlah memiliki lebih banyak, melainkan mensyukuri lebih dalam apa yang telah dianugerahkan Tuhan sepanjang perjalanan hidup.
*) Dr. Ir. I Nyoman Sucipta, M.P., CH., CHt., CMH., Lansia dan Rektor Universitas Bali Dwipa.