Perkuat Literasi Digital, Pascasarjana Ilmu Komunikasi Hindu UHN Sugriwa Edukasi Masyarakat di KPID Bali
Banner Bawah

Perkuat Literasi Digital, Pascasarjana Ilmu Komunikasi Hindu UHN Sugriwa Edukasi Masyarakat di KPID Bali

Admin 2 - atnews

2026-06-07
Bagikan :
Dokumentasi dari - Perkuat Literasi Digital, Pascasarjana Ilmu Komunikasi Hindu UHN Sugriwa Edukasi Masyarakat di KPID Bali
Pasca UHN Sugriwa, Edukasi masyarakat di KPID Bali (ist/atnews)
Buleleng (Atnews) - Dalam upaya mendorong terciptanya ekosistem informasi yang sehat, adaptif, dan berkualitas, Program Pascasarjana Ilmu Komunikasi Hindu Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).

Kegiatan yang bertajuk "Literasi Digital dan Edukasi Perilaku Penyiaran untuk Masyarakat Denpasar Cerdas" ini dilaksanakan secara kolaboratif di Aula Kantor Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Bali, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan strategis ini menghadirkan para pakar serta praktisi terkemuka di bidang regulasi penyiaran dan akademisi komunikasi sebagai narasumber utama. Dari pihak KPID Provinsi Bali, hadir Ketua KPID Bali, I Gede Agus Astapa, S.Sos., S.I.Kom., M.M., didampingi oleh Wakil Ketua KPID Bali, Endi Kusmadheni, S.E.

Sementara dari unsur akademisi, tampil Kepala Program Studi (Kaprodi) Pascasarjana Ilmu Komunikasi Hindu UHN I Gusti Bagus Sugriwa, Dr. I Dewa Ayu Hendrawathy Putri, S.Sos., M.Si., bersama Sekretaris Program Studi, Made G. Juniartha, S.Sos.H., M.Fil.H.

Dalam pemaparannya, para narasumber secara mendalam menyoroti pentingnya peran vital masyarakat sebagai benteng pertahanan sekaligus filter pertama dalam menghadapi membanjirnya arus informasi di ruang digital saat ini. Edukasi ini juga menyentuh aspek-aspek krusial mengenai perilaku penyiaran yang sehat, mengingat masyarakat di era modern telah mengalami pergeseran peran yang signifikan; tidak lagi sekadar menjadi penonton pasif, melainkan telah bertransformasi menjadi produsen konten aktif (content creator).

Ketua KPID Provinsi Bali, I Gede Agus Astapa, S.Sos., S.I.Kom., M.M., menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif nyata dan sinergi yang dibangun oleh civitas akademika UHN I Gusti Bagus Sugriwa. Beliau menekankan bahwa konsep "pengawasan semesta" yang melibatkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dan akademisi merupakan kunci utama dalam menjaga ruang siar dan ruang digital agar tetap bersih, edukatif, dan kondusif.

"Saat ini, masyarakat bukan sekadar penonton, tetapi sudah menjadi produsen konten di media sosial. Oleh karena itu, edukasi perilaku penyiaran yang sehat mutlak diperlukan agar masyarakat tidak hanya cerdas mengonsumsi informasi, tetapi juga bertanggung jawab saat memproduksinya.

KPID tidak bisa berjalan sendiri dalam mengawasi ruang digital yang maha luas ini. Melalui sinergi dengan dunia kampus ini, kami berharap masyarakat dapat menjadi penyaring pertama dari bahaya hoaks dan konten negatif di lingkungan keluarga serta komunitasnya," tegas I Gede Agus Astapa.

Sejalan dengan pandangan tersebut, Kaprodi Pascasarjana Ilmu Komunikasi Hindu UHN I Gusti Bagus Sugriwa, Dr. I Dewa Ayu Hendrawathy Putri, S.Sos., M.Si., menyatakan bahwa kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini merupakan wujud nyata dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus bentuk tanggung jawab moral akademisi dalam membentengi masyarakat dari dampak negatif perkembangan media massa.

"Literasi digital bukan sekadar mahir dan lihai menggunakan perangkat teknologi, melainkan bagaimana kita memiliki kecerdasan intelektual dan emosional dalam membedakan mana konten yang bermanfaat dan mana konten yang merusak.

Melalui edukasi bersama KPID Bali ini, kami berharap masyarakat Denpasar semakin kritis terhadap isi siaran dan jauh lebih bijak dalam menggunakan media sosial," ujar Dr. Dewa Ayu Hendrawathy Putri.

Melalui pelaksanaan PkM kolaboratif ini, baik UHN I Gusti Bagus Sugriwa maupun KPID Provinsi Bali menaruh harapan besar bagi tatanan informasi di tingkat regional. Sinergi ini diharapkan tidak menjadi agenda seremonial belaka, melainkan sebuah langkah awal yang berkesinambungan untuk melahirkan masyarakat Denpasar yang tidak hanya 'melek' teknologi, melainkan masyarakat yang kritis, berbudaya, dan mampu menyaring informasi secara mandiri.

Pemanfaatan ilmu yang didapatkan dari kegiatan ini diharapkan mampu ditularkan ke lingkungan terkecil seperti keluarga dan banjar, sehingga tercipta ketahanan informasi yang kuat di tingkat akar rumput guna mewujudkan visi Denpasar Smart City yang sehat dan beretika. (WAN/002)

Baca Artikel Menarik Lainnya : PKP2Trans Kemendes PDTT Ziarah ke Makam Makam Pionir Transmigrasi

Terpopuler

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

BALI TOURISM RUN 2026 – THE JOURNEY BEGIN FROM JATILUWIH

BALI TOURISM RUN 2026 – THE JOURNEY BEGIN FROM JATILUWIH

Senantara: Kita Butuh Investor yang Jaga Bali, Bukan Cuma Cari Untung

Senantara: Kita Butuh Investor yang Jaga Bali, Bukan Cuma Cari Untung

Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia

Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia

ITDC Gandeng Masyarakat Benoa Kelola Sampah Organik Jadi Eco Enzyme untuk Pariwisata Berkelanjutan

ITDC Gandeng Masyarakat Benoa Kelola Sampah Organik Jadi Eco Enzyme untuk Pariwisata Berkelanjutan