Dirgahayu Ke-67 Korps Mahawarman: Mewarisi Panji Brigade 17, Bukan Sekadar Lambang Ganesha
Banner Bawah

Dirgahayu Ke-67 Korps Mahawarman: Mewarisi Panji Brigade 17, Bukan Sekadar Lambang Ganesha

Admin 2 - atnews

2026-06-10
Bagikan :
Dokumentasi dari - Dirgahayu Ke-67 Korps Mahawarman: Mewarisi Panji Brigade 17, Bukan Sekadar Lambang Ganesha
Monumen Resimen Mahasiswa Ugrasena Bali (ist/atnews)
Oleh Bagus Ngurah Rai

Tanggal 13 Juni 2026 menjadi penanda 67 tahun pengabdian Korps Menwa Indonesia “Mahawarman”. Lahir 13 Juni 1959 di Jawa Barat melalui wajib latih mahasiswa oleh Jenderal Besar A.H. Nasution, Mahawarman terus eksis hingga genap berusia 67 tahun.

Menyambut HUT ke-67 ini, Keluarga Besar Gugus Kebangsaan Provinsi Bali menyampaikan ucapan:

DIRGAHAYU KORPS MAHAWARMAN KE-67
13 Juni 1959 – 13 Juni 2026

Ketua: Bagus Ngurah Rai
Sekretaris: DR. Drs. Md Gde Putra Wijaya,M.Si.

_“Mahawarman bukan sekadar nama. Di balik lambang Ganesha berhiaskan Pedang dan Pena bersilang, tersimpan DNA perjuangan Ex Brigade 17 - Tentara Pelajar. Ini bukan simbol ITB-sentris. Ini garis keturunan jiwa, semangat, dan nilai yang diwariskan secara sadar dan resmi.”

13 Juni 1964: Dhuaja Diserahkan Jenderal A.H. Nasution

Sejarah mencatat, pada 13 Juni 1964, Jenderal Besar A.H. Nasution secara langsung mengesahkan dan menyerahkan Dhuaja (Panji) Mahawarman kepada Korps Menwa Indonesia. Tanggal yang sama, amanah yang sama: estafet Brigade 17 Tentara Pelajar resmi diteruskan.

Prasasti 13 Juni 2020: Penegasan Garis Keturunan
Jejak sejarah itu dipertegas kembali. Serah terima Dhuaja Brigade 17 Tentara Pelajar kepada Korps Menwa Indonesia tercatat di prasasti 13 Juni 2020 yang ditandatangani Ketua Umum PKB PPK Letjen TNI Purn Solihin GP. Prasasti tersebut kini terpasang di Monumen Menwa Ugrasena, Bali*, berdampingan dengan duplikat prasasti penyerahan Dhuaja Tentara Pelajar.

Di monumen yang sama, terpatri pula prasasti Ketua Umum Korps Menwa Indonesia Ir. Budiono saat meresmikan Dewan Pimpinan Korps Menwa Ugrasena, 21 Februari 2015. Amanatnya: “Meneruskan cita-cita semangat Ugrasena sesuai Panca Dharma Satya yang dibentuk 29 September 1964.> Semoga tetap tunggal pengabdian saudara pada negara.”

11 Tahun Ugrasena: 15 Ribu Kader Bela Negara dari Bali

Sejak diresmikan 11 tahun silam, perjuangan Ugrasena yang didukung Gugus Kebangsaan Provinsi Bali tak pernah surut. Menwa Ugrasena Bali terus mencetak kader Menwa di kampus dan kader bela negara yang telah mencapai 15 ribu orang — mulai dari anak TK sampai SMA/SMK.

Pedang dan Pena: Bukan Hiasan, Tapi Arah Perjuangan

Lambang KMI identik dengan Brigade 17 — Ganesha + Pedang dan Pena bersilang. Ini bukan kebetulan. KMI mewarisi dan melanjutkan simbolisme Brigade 17 secara sadar dan resmi.

Di usia ke-67, amanat 13⁶ Juni 1964 itu tetap menyala: Mahawarman lahir untuk NKRI, bukan untuk satu almamater.

Semoga pengabdian Menwa Ugrasena terus berlanjut untuk Nusa dan Bangsa.
Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan.

*) Bagus Ngurah Rai Ketua Korps Menwa Indonesia Provinsi Bali ( Periode 2015-2025)


Baca Artikel Menarik Lainnya : Penyaluran Dana Desa Akan Membaik

Terpopuler

Kemenangan Dharma atas Adharma Tidak Sebatas Slogan, Merta: Adat dan Budaya Bali Bisa Bertahan Sepanjang Masih Ada Tanah

Kemenangan Dharma atas Adharma Tidak Sebatas Slogan, Merta: Adat dan Budaya Bali Bisa Bertahan Sepanjang Masih Ada Tanah

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Pimpinan DPRD Badung Ucapkan Galungan dan Kuningan

Pimpinan DPRD Badung Ucapkan Galungan dan Kuningan

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

Stan PKB 2026 Digratiskan, Putri Koster Pastikan Tidak Ada Pungli Bagi Pedagang

Stan PKB 2026 Digratiskan, Putri Koster Pastikan Tidak Ada Pungli Bagi Pedagang

Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Tegaskan Transformasi Menuju Ekonomi Berkeadilan

Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Tegaskan Transformasi Menuju Ekonomi Berkeadilan