Badung (Atnews) - Anggota DPRD Kabupaten Badung, I Gede Aryanta menegaskan bahwa raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang kembali diperoleh Pemerintah Kabupaten Badung harus mampu memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.
Menurut politisi Fraksi Gerindra tersebut, keberhasilan mempertahankan opini WTP hingga 12 kali berturut-turut memang patut diapresiasi. Namun, ia mengingatkan bahwa capaian administrasi keuangan tidak boleh menjadi tujuan akhir pembangunan daerah.
"WTP bukanlah tujuan akhir pembangunan daerah. WTP merupakan indikator bahwa laporan keuangan disajikan secara wajar sesuai standar akuntansi, tetapi belum otomatis mencerminkan tingkat kesejahteraan masyarakat," kata Anggota DPRD Kabupaten Badung, I Gede Aryanta di Kabupaten Badung, Rabu, 10 Juni 2026.
Gede Aryanta menilai, ukuran keberhasilan pemerintah daerah seharusnya terlihat dari sejauh mana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Gede Aryanta menyoroti sejumlah indikator penting seperti penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, peningkatan pendapatan masyarakat, pemerataan pembangunan, hingga kualitas layanan pendidikan dan kesehatan.
Sebagai daerah dengan kapasitas fiskal yang kuat, Kabupaten Badung dinilai memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan setiap penggunaan anggaran benar-benar memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Politisi asal Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara itu juga meminta pemerintah daerah tidak hanya fokus mempertahankan opini WTP setiap tahun, tetapi turut memperkuat pengawasan dan menindaklanjuti seluruh rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
"Masyarakat pada akhirnya tidak hanya menilai berapa kali pemerintah meraih WTP, tetapi juga merasakan secara langsung apakah hidup mereka semakin sejahtera dari tahun ke tahun," pungkasnya. (Z/002)