Oleh Wayan Supadno
Sejujurnya, saya sangat tidak percaya kalau Pejabat BGN ada korupsi. Kalimat saya ini sering saya ungkapkan saat debat diskusi baik di medsos maupun di mana saja.
Agar kita dapat ilmu hikmah bahan pembelajaran ilmu kehidupan, akan saya urai pengalaman saya pribadi. Yang hati saya terpanggil membangun Bangsa Investor Dapur MBG/SPPG.
Saya belum kenal dekat dengan Prof Dadan/Ka BGN, Sony Sonjaya dan L. Pusung. Hanya pernah chatting dengan Ka BGN saja, direspon amat santun agamis, apalagi Haji.
Makin saya menaruh rasa hormat yang tinggi ke MBG (Makan Bergizi Gratis) banyak melibatkan ormas agama BPNU, Muhammadiyah dan lainnya. Suri tauladan masyarakat.
Kepercayaan saya makin tinggi terhadap misi mulia BGN mempersiapkan putra putri Indonesia di masa depan. Karena banyak saya lihat SPPG di bawah naungan Yayasan Nuansa Agama.
Makin saya hormat kepada Ka BGN, setelah tahu ternyata beliau Ilmuwan Senior Guru Besar di Kampus Top Indonesia yaitu IPB University Bogor. Pasti sudah sangat matang jiwanya.
Mustahil rasanya kalau Ilmuwan Senior dari Kampus Top Indonesia masih tergoda dengan dunia fana ini. Karena sudah dapat kehormatan puncak di akademisi. Kebahagiaannya bukan harta semata.
Terlebih selama saya gabung jadi bagian dari MBG, sebagai investor SPPG. Tiada pernah ada pungutan serupiahpun ke saya. Juga belum pernah saya memberi atau dimintai dana, sejak awal.
Puncak kebahagiaan saya, saat Ka BGN Prof Dadan dapat Penghargaan Bintang Maha Putra dari Negara. Sekaligus dapat pujian dari Kepala Negara secara lisan. Saya sangat haru.
Rasanya lengkap sudah predikat kehormatannya. Haji, Profesor, Guru Besar IPB University dan Bintang Maha Putra dari Negara. Sungguh, Tuhan Maha Baik Memuliakan Umat Nya.
Ilmu hikmahnya apa? Silahkan diterjemahkan sendiri dan dijabarkan sendiri apa yang terkandung di dalam kisah di atas. Yang pasti bagi saya, selalu bisa bersyukur adalah kunci utamanya (*)