PKB 2026: Dukung Sikap De Gadjah, Disel Astawa Ungkap Presiden Prabowo Tetap Cinta Masyarakat Bali
Banner Bawah

PKB 2026: Dukung Sikap De Gadjah, Disel Astawa Ungkap Presiden Prabowo Tetap Cinta Masyarakat Bali

Admin 2 - atnews

2026-06-14
Bagikan :
Dokumentasi dari - PKB 2026: Dukung Sikap De Gadjah, Disel Astawa Ungkap Presiden Prabowo Tetap Cinta Masyarakat Bali
Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 (ist/atnews)
Denpasar (Atnews) – Wayan Disel Astawa selaku Ketua Gerindra Badung yang juga Wakil Ketua I DPRD Bali mendukung Ketua DPD Partai Gerindra Bali Made Muliawan Arya atau De Gadjah soal ketidakhadiran Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Sabtu (13/6).

Menurutnya, kecintaan Presiden Prabowo tetap kepada masyarakat Bali, meskipun tidak hadir dalam pembukaan PKB 2026.

"Walaupun tidak hadir tetapi Presiden tetap cinta Bali bahkan pondasi-pondasi perekonomian internasional dan kegiatan-kegiatan internasional akan selalu dipusatkan di Bali," kata Disel di Denpasar, Minggu (14/6).

Salah satunya terbangunnya kawasan ekonomi khusus (KEK) yang ada di wilayah Serangan.

Bahkan Presiden juga mendukung dalam penanganan sampah dengan pembangunan tempat Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Denpasar.

Begitu juga, baru saja Presiden Prabowo Subianto meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, pada Minggu (7/6) lalu.

Untuk itu, pihaknya mengajak masyarakat ikut serta dalam menyukseskan PKB 2026 dalam melestarikan dan memajukan budaya Bali.

Sebelumnya, Ketua DPD Partai Gerindra Bali De Gadjah menegaskan bahwa Presiden berhalangan hadir karena harus menjalankan tugas kenegaraan. 

Pernyataan tersebut disampaikan De Gadjah usai menghadiri Peed Aya PKB XLVIII Tahun 2026 di kawasan Monumen Bajra Sandhi, Denpasar, Sabtu (13/6).

Menurutnya, sebagai kepala negara, Presiden Prabowo memiliki tanggung jawab besar yang harus dijalankan untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia.

"Sebagai Presiden Republik Indonesia, tentu Bapak Presiden memiliki banyak tugas dan tanggung jawab yang harus beliau jalankan untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia. Kita hormati dan pahami bersama," katanya.

De Gadjah mengajak masyarakat untuk tidak memunculkan persepsi yang keliru terkait ketidakhadiran Presiden dalam pembukaan ajang seni dan budaya terbesar di Bali tersebut. Ia menegaskan hubungan Presiden Prabowo dengan masyarakat Bali tetap terjalin baik dan perhatian pemerintah pusat terhadap Pulau Dewata tidak berkurang.

"Yang terpenting, jangan sampai ketidakhadiran beliau dalam satu acara menimbulkan persepsi yang tidak perlu. Hubungan Presiden dengan Bali tetap baik, perhatian dan komitmen beliau terhadap Bali juga tetap ada," ungkapnya.

Ia menuturkan kehadiran Presiden tentu akan membahagiakan, tetapi menurutnya perhatian dan komitmen kepada Bali tidak bisa diukur hanya dari kehadiran atau ketidakhadiran dalam satu acara. "Mari kita hormati tugas Presiden dan bersama-sama menyukseskan Pesta Kesenian Bali sebagai kebanggaan masyarakat Bali dan Indonesia," ajaknya.

Lebih lanjut, De Gadjah mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan PKB sebagai momentum memperkuat kebersamaan, melestarikan budaya, serta menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat Bali.

"Fokus kita adalah menyukseskan kebanggaan masyarakat Bali ini, bukan memperdebatkan hal-hal yang dapat mengurangi makna dari acara tersebut," imbuhnyanya.

Menurut De Gadjah, kehadiran ataupun ketidakhadiran dalam suatu kegiatan tidak dapat dijadikan ukuran perhatian pemerintah terhadap Bali. Yang terpenting adalah komitmen untuk terus mendukung pelestarian budaya, memperkuat pembangunan daerah, dan menjaga Bali sebagai salah satu wajah kebudayaan Indonesia di mata dunia.

Ia menilai PKB merupakan agenda budaya strategis yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana pelestarian seni dan budaya, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan promosi budaya Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

Ia meyakini sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, seniman, budayawan, dan seluruh masyarakat Bali akan terus memperkuat upaya pelestarian budaya serta menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.

"PKB adalah kebanggaan masyarakat Bali dan kebanggaan Indonesia. Mari kita nikmati, kita jaga, dan kita sukseskan bersama dalam suasana yang adem, harmonis, dan penuh semangat menyama braya. Budaya harus menjadi pemersatu, bukan ruang untuk memperbesar perbedaan,” tutup De Gadjah.

PKB XLVIII Tahun 2026 resmi dibuka pada Sabtu (13/6). Perhelatan budaya tahunan yang mengusung tema “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha” tersebut diikuti seluruh kabupaten dan kota di Bali melalui beragam pertunjukan seni, pawai budaya, pameran, lomba, serta kegiatan kebudayaan lainnya. (GAB)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Gubernur Koster Apresiasi Peluncuran Buku Kapolda Bali

Terpopuler

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

BALI TOURISM RUN 2026 – THE JOURNEY BEGIN FROM JATILUWIH

BALI TOURISM RUN 2026 – THE JOURNEY BEGIN FROM JATILUWIH

Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Tegaskan Transformasi Menuju Ekonomi Berkeadilan

Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Tegaskan Transformasi Menuju Ekonomi Berkeadilan

Senantara: Kita Butuh Investor yang Jaga Bali, Bukan Cuma Cari Untung

Senantara: Kita Butuh Investor yang Jaga Bali, Bukan Cuma Cari Untung

Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia

Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia