Hatiku Pilu Karenamu, BGN
Banner Bawah

Hatiku Pilu Karenamu, BGN

Admin 2 - atnews

2026-06-19
Bagikan :
Dokumentasi dari - Hatiku Pilu Karenamu, BGN
Wayan Supadno (ist/atnews)
Oleh Wayan Supadno

Kisah nyata di bawah ini sungguh kaya ilmu hikmah. Bahan pembelajaran ilmu kehidupan nyata. Jika kita simak, makin dewasa. Betapa sangat berharganya arti kepercayaan.

Minggu lalu saya didatangi oleh seseorang salah satu dari enam sekelompok orang, mereka iuran sepakat membangun SPPG/Dapur MBG. Di Banyuwangi selatan.

Karena percaya kepada BGN yang misinya mulia menyiapkan generasi penerus, cipta lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi kerakyatan di pedesaan.

Mereka iuran mulai Rp 100 juta hingga Rp 600 juta/orang. Sebagian uang tabungan, sebagian lagi uang usaha perdagangan buah antar daerah, karena di Banyuwangi sentra buah.

Mulai dibangun sejak Desember 2025, hingga sekarang belum operasional. Bahkan terancam akan ada moratorium distop jumlah SPPG karena sudah melampaui target 21.000, saat ini 27.000 lebih.

Ternyata di Kec. Purwoharjo, yang nasibnya serupa ada 4 SPPG dan di Kec. Tegaldlimo ada 2 SPPG. Padahal di Banyuwangi masih banyak lagi, apalagi se Indonesia.

Jika indeks Rp 2,5 miliar/SPPG, kalau 6 SPPG maka setara Rp 15 miliar. Bagaimana kalau 13.000 SPPG se Indonesia, yang nasibnya serupa seperti diberitakan. Setara Rp 32,5 Triliun.

Yang menjadikan "hatiku pilu", di Kab. Lumajang bagian selatan. Ada sebuah SPPG, dimiliki oleh 60 orang pedesaan. Karena ingin hasil tani dan ternak mereka ada kepastian pasar.

Kalau kita mau jujur, sesungguhnya negara harus bersyukur ada investor massal membangun SPPG. Karena yang mestinya didanai APBN, cukup didanai swasta. Jadi lokomotif perekonomian riil.

Tinggal negara mengangsur utangnya ke para investor SPPG Rp 6 juta/hari kerja. Dengan begitu sekitar 500 hari kerja akan lunas. Sesudahnya barulah investor dapat laba Rp 6 juta/hari.

Ilmu hikmahnya, hendaknya dengan kisah nyata di atas bisa jadi bahan renungan dan diskusi para pemimpin di atas sana. Jangan sampai gegabah membuat kebijakan tanpa kematangan jiwa. 

Kembalikan ke diri sendiri (Tat Twam Asi), jika kita jadi mereka di atas tadi. Karena oknum pimpinan BGN korupsi lantas para investor jadi korbannya. Saatnya diskusi dengan hati nurani sendiri. (*)

Baca Artikel Menarik Lainnya : PKP2Trans Kemendes PDTT Ziarah ke Makam Makam Pionir Transmigrasi

Terpopuler

Kemenangan Dharma atas Adharma Tidak Sebatas Slogan, Merta: Adat dan Budaya Bali Bisa Bertahan Sepanjang Masih Ada Tanah

Kemenangan Dharma atas Adharma Tidak Sebatas Slogan, Merta: Adat dan Budaya Bali Bisa Bertahan Sepanjang Masih Ada Tanah

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Yoga

Yoga

Stan PKB 2026 Digratiskan, Putri Koster Pastikan Tidak Ada Pungli Bagi Pedagang

Stan PKB 2026 Digratiskan, Putri Koster Pastikan Tidak Ada Pungli Bagi Pedagang

Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Tegaskan Transformasi Menuju Ekonomi Berkeadilan

Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Tegaskan Transformasi Menuju Ekonomi Berkeadilan

Senantara: Kita Butuh Investor yang Jaga Bali, Bukan Cuma Cari Untung

Senantara: Kita Butuh Investor yang Jaga Bali, Bukan Cuma Cari Untung