Denpasar (Atnews) - Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Advokasi Rakyat untuk Nusantara (ARUN) Bali, A.A. Gede Agung Aryawan, yang dikenal dengan sapaan Gung De memuji kritik ke pemimpin dalam memperbaiki program unggulan Presiden Prabowo Makan Bergizi Gratis (MBG).
Mengingat program MBG sudah benar, konsepnya sudah jalan lama di banyak negara.
Misalnya, India memiliki program makan gratis yang sangat terkenal bernama Mid-Day Meal Scheme (MDMS), yang kini telah diubah namanya menjadi PM Poshan.
"India ada Mid-Day Meal, Brazil ada PNAE, Jepang ada Kyushoku. Tujuannya sama untuk cegah stunting dan meningkatkan konsentrasi belajar," kata Gung De di Dempasar, Senin (22/6).
Apabila dilanjutin di Indonesia itu wajar, sekarang tinggal dievaluasi agar tepat sasaran, distribusinya tidak bocor.
Gung juga mengatakan, Indonesia sebagai negara demokrasi, kritik ke pemimpin itu wajar dan sehat.
"Itu cara rakyat ngawasin jalannya pemerintahan. Yang penting kritiknya ke kebijakan dengan data, bukan nyerang pribadi/hujatan. Bedanya kritik dengan hujatan tipis tapi penting karena kritik program MBG anggarannya kurang transparan, tapi jangan hujat Presiden (Prabowo-red)," ungkapnya.
Ia juga menegaskan, pihaknya mendukung usut tuntas oknum - oknum korupsi yang harus dipidanakan. Program sebagus apapun bisa rusak kalau ada yang main di anggaran, distribusi, atau pengadaan.
"Dalam negara demokrasi, hukum harus tajam ke atas juga. Nggak peduli dia oknum ASN, vendor, atau pejabat. Kalau bukti ada, proses hukum jalan. Itu baru bikin publik percaya lagi," ujarnya.
Gung De juga menilai, MBG di Kota Denpasar sendiri belum berjalan maksimal, masih banyak siswa sekolah belum mendapat manfaat.
Apalagi di Kota Denpasar masih ada anak anak stunting yang dibagikan sembako oleh Pemkot.
Mestinya sembako hanya sesaat, selanjutnya diganti dengan MBG secara berkesinambungan.
Sehingga gizi anak - anak lebih baik, dengan harapan masa depan generasi muda makin meningkat.
Apalagi anak - anak akan termotivasi bisa makan bersama menu sama, sehingga semangat makan buah dan sayur jadi meningkat.
Program itu mampu menggerakan ekonomi dan menyerap hasil pertanian. (Z/ART/002)