Badung (Atnews) - Dhyan Foundation, bekerja sama dengan mitra-mitra lokal, menyelenggarakan serangkaian kegiatan di Bali dan Lombok untuk memperingati Hari Yoga Internasional (IDY26) dengan menghadirkan ilmu pengetahuan Weda kuno ini ke tengah masyarakat Indonesia.
Dhyan Foundation merupakan sebuah gerakan global yang berkomitmen untuk menyebarluaskan pemahaman tentang jalan Yoga yang autentik sebagaimana diajarkan oleh Resi Patanjali lebih dari 5.000 tahun yang lalu.
Dhyan Foundation terinspirasi oleh ajaran Ashwini Guruji, seorang Guru spiritual sejati di era modern yang diakui sebagai ahli ilmu-ilmu Weda kuno, termasuk Yoga, Ayurveda, Mantra, Seni Bela Diri Weda, Penyembuhan Spiritual, dan Yadnya.
Dhyan Foundation menyelenggarakan lokakarya, sesi praktik, dan program retret yang berfokus pada Sanatan Kriya, Ashtanga Yoga, pelafalan mantra, penyembuhan spiritual, seni gada, seni bela diri Weda, Ayurveda, Tandava, dan Stotra di berbagai belahan dunia secara gratis, yang sejalan dengan tradisi kuno Guru Shishya Parampara.
Ribuan orang telah merasakan manfaat dari praktik-praktik tersebut dan melaporkan berbagai perubahan positif, termasuk dalam aspek kesehatan, kemampuan kognitif, produktivitas, konsentrasi, dan stabilitas emosional.
Kegiatan-kegiatan di Indonesia yang dihadiri oleh peserta dari beragam latar belakang, mencerminkan pemikiran Ashwini Guruji bahwa, “Seorang yogi (praktisi yoga) tidak dibatasi oleh usia, pola makan, jenis kelamin, gaya hidup, maupun agama. Yoga membebaskan Anda dari semua batasan.”
Pada pagi hari tanggal 20 Juni 2026, masyarakat dari berbagai wilayah di sekitar Dalung, Bali, berkumpul untuk merayakan Hari Yoga Internasional (IDY26) bersama Dhyan Foundation dan AT News di Taman Shiva Loka, Monumen Perjuangan Bangsal, Pasraman Puri Puncak.
Selanjutnya, pada pagi hari tanggal 21 Juni, Dhyan Foundation bekerja sama dengan kelompok sosial lokal Dhyan Gandari serta Pengurus Pura Suranadi menyelenggarakan kegiatan yoga berskala besar di Wantilan Pura Suranadi, Lombok, didukung oleh Kepala Desa Suranadi Selatan dan mahasiswa KKN dari IAHN.
Di Bali, Ketua DHD 45 Provinsi Bali, Bapak Bagus Ngurah Rai, menyerahkan cendera mata kepada Dhyan Foundation sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam mendukung gerakan yoga di masyarakat Bali.
Di Lombok, Rektor IAHN, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, turut menghadiri acara dan menyampaikan sambutan pembuka yang inspiratif dalam rangka Hari Yoga Internasional.
Sama seperti seluruh kegiatan Dhyan Foundation lainnya, kedua program ini dilaksanakan sepenuhnya tanpa dipungut biaya. Dhyan Foundation meyakini bahwa Yoga merupakan sebuah sadhana (laku spiritual), bukan sebuah bisnis.
Seperti yang selalu disampaikan oleh Ashwini Guruji, "Ketika Anda menetapkan harga pada sesuatu, Anda menjadikannya terbatas. Dan sesuatu yang terbatas tidak akan pernah dapat berkembang secara maksimal."
Sesi diawali dan diakhiri dengan evaluasi mandiri terhadap pola pernapasan, karena semakin cepat seseorang bernapas, semakin cepat pula proses penuaan terjadi. Setelah sesi berakhir, kebanyakan peserta melaporkan bahwa napas mereka menjadi lebih lambat, lebih panjang, dan lebih dalam.
Praktik yang diajarkan dalam sesi ini didasarkan pada Sanatan Kriya, yang mencakup secara utuh delapan tahapan dalam Ashtanga Yoga Patanjali. Metode ini dirancang oleh Ashwini Guruji agar sesuai dengan gaya hidup modern yang serba cepat, serta bertujuan untuk menghadirkan keseimbangan pada berbagai aspek kehidupan, baik fisik, emosional, finansial, maupun mental.
Efektivitas praktik Sanatan Kriya telah diakui oleh berbagai dokter dan ilmuwan terkemuka (testimoni mengenai manfaat praktik ini dapat dibaca di situs web www.dhyanfoundation.com). Selama rangkaian kegiatan IDY26, para peserta juga disuguhkan video singkat mengenai kekuatan sejati Yoga, salah satunya melalui contoh kemampuan kewaskitaan (clairvoyance).
Dalam video tersebut ditampilkan demonstrasi langsung yang dilakukan oleh murid-murid Ashwini Guruji di hadapan sekitar 200 dokter yang tergabung dalam Indian Medical Association Mumbai. Mereka menunjukkan kemampuan mengidentifikasi penyakit seseorang hanya dengan melihat foto orang tersebut.
Selaras dengan tema global “Yoga untuk Menjalani Proses Penuaan yang Sehat” (Yoga for Healthy Aging), para peserta melakukan sejumlah pengujian sederhana untuk menilai kapasitas paru-paru, daya tahan tubuh, serta kesehatan sistem vestibular mereka.
Setelah itu, sesi dilanjutkan dengan berbagai praktik yang memadukan aspek fisik dan eterik tubuh, sebelum ditutup dengan Dhyan (meditasi). Selain di Indonesia, Dhyan Foundation juga menyelenggarakan puluhan kegiatan Hari Yoga Internasional (IDY26) di berbagai kota besar di India, Australia, Amerika Serikat, dan Inggris.
Bagi Dhyan Foundation, Yoga tidak terbatas pada praktik di atas matras. Taap dan Tyag: melakukan karma baik merupakan bagian penting dari pertumbuhan spiritual. Oleh karena itu, para relawan Dhyan Foundation secara aktif terlibat dalam berbagai kegiatan kemanusiaan (khususnya untuk wanita dan masyarakat adat), kesejahteraan hewan, dan pelestarian lingkungan.
Berbagai inisiatif pelayanan yang dijalankan antara lain program pembagian makanan gratis, penyediaan pendidikan gratis bagi masyarakat kurang mampu, program pemberdayaan perempuan, program pembangunan pedesaan, serta penyelamatan, perawatan, dan rehabilitasi hewan yang sakit, terluka, terlantar, atau kehilangan induknya.
Sejak tahun 2024, para relawan Dhyan Foundation di Indonesia secara rutin menyelenggarakan sesi Sanatan Kriya mingguan gratis serta menerbitkan artikel-artikel tentang Yoga, kesehatan, dan kebugaran. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi dhyan@dhyanfoundation.com atau kunjungi situs web www.dhyanfoundation.com. (Z/002)