Merayakan Galungan dan Kuningan dalam Agama Sosial yang Dangkal
Banner Bawah

Merayakan Galungan dan Kuningan dalam Agama Sosial yang Dangkal

Admin 2 - atnews

2026-06-26
Bagikan :
Dokumentasi dari - Merayakan Galungan dan Kuningan dalam Agama Sosial yang Dangkal
Jro Gde Sudibya (ist/atnews)
Oleh Jro Gde Sudibya

Dalam Upanisad dinyatakan, jika keserakahan menguasai manusia, maka kecerdasan akan runtuh. 

Fenomena yang dihadapi Indonesia dewasa ini, sistem meritokrasi ditinggalkan, yang terjadi mediokrasi, kompetensi tanggung plus kerusakan moral, moral hazard dalam kebijakan publik. 

Ada contoh yang cukup tragis di negeri ini, Kementrian Agama yang "ngurusin" moral, etika dan keyakinan Tuhan, paling banyak menterinya yang masuk penjara.

Terjadi anomali dalam kehidupan masyarakat, individu tidak menjalankan perannya sesuai dengan etika profesinya. 

Pemimpin tidak menjalankan peran keteladanan, sehingga dalam masyarakat dengan tradisi paternalistik, masyarakat "milu-milu tuwung" melanggar etika dan juga hukum. 

Pendidikan karakter sarat masalah, sehingga menjadi sulit untuk lahirnya insan-insan manusia tangguh berkarakter kuat - Stitha Prajna -.

Lembaga-Lembaga agama "setali tiga uang", lemah dalam misi pelayanan untuk peningkatan kualitas SDM. Terlalu banyak "politicking" untuk membangun akses dengan kekuasaan dan mungkin untuk memperoleh "gula-gula" kekuasaan. 

Kultur dan spirit melayani - the power of seva- nyaris tumpul.

Konsekuensi terjadi kesenjangan yang semakin lebar antara agama sosial (rame-rame dengan simbol), dengan agama spiritual (integritas, pelayanan dan transformasi diri). 

Dalam fenomena sosial "beginian" Kita merayakan Galungan dan Kuningan.

Semestinya perayaan Kuningan, dipergunakan sebagai momentum untuk "periksa diri", ke arah mana prilaku kita bergerak. Jalan ditempat secara rokhani atau terjadi pembangkitan diri.

*) Jro Gde Sudibya, intelektual Hindu, pengamat sosial keagamaan.

Baca Artikel Menarik Lainnya : Presiden Jokowi Serahkan 25 Sertifikat Tanah Wakaf di Bengkulu

Terpopuler

Kemenangan Dharma atas Adharma Tidak Sebatas Slogan, Merta: Adat dan Budaya Bali Bisa Bertahan Sepanjang Masih Ada Tanah

Kemenangan Dharma atas Adharma Tidak Sebatas Slogan, Merta: Adat dan Budaya Bali Bisa Bertahan Sepanjang Masih Ada Tanah

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

Stan PKB 2026 Digratiskan, Putri Koster Pastikan Tidak Ada Pungli Bagi Pedagang

Stan PKB 2026 Digratiskan, Putri Koster Pastikan Tidak Ada Pungli Bagi Pedagang

Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Tegaskan Transformasi Menuju Ekonomi Berkeadilan

Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Tegaskan Transformasi Menuju Ekonomi Berkeadilan