BTID Sediakan 4 Hektare Lahan Parkir untuk Pujawali Pura Sakenan, Kolaborasi Gelar Festival Penjor Desa Serangan III
Banner Bawah

BTID Sediakan 4 Hektare Lahan Parkir untuk Pujawali Pura Sakenan, Kolaborasi Gelar Festival Penjor Desa Serangan III

Admin 2 - atnews

2026-06-28
Bagikan :
Dokumentasi dari - BTID Sediakan 4 Hektare Lahan Parkir untuk Pujawali Pura Sakenan, Kolaborasi Gelar Festival Penjor Desa Serangan III
Bandesa Adat Serangan, I Nyoman Gede Pariartha (ist/atnews)
Denpasar (Atnews) - Festival Penjor Desa Serangan III sebagai rangkaian Puncak Perayaan Pujawali Pura Sakenan bertepatan dengan Hari Kuningan pada Sabtu, 27 Juni 2026.

Festival yang memasuki penyelenggaraan ketiga ini digelar melalui kolaborasi Desa Adat Serangan dan PT Bali Turtle Island Development (BTID) yang merupakan pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali, Kamis (25/6).

Kegiatan tersebut melibatkan yowana dari lima banjar adat, yakni Banjar Ponjok, Kaja, Kawan, Peken, dan Dukuh. Sementara Banjar Tengah belum dapat berpartisipasi karena berhalangan.

Selain mendukung penuh rangkaian Puncak Karya Pujawali Pura Sakenan melalui pelaksanaan Festival Penjor Desa Serangan III.

PT BTID juga diketahui telah menyediakan lahan sekitar 4 Hektare yang dimanfaatkan untuk areal parkir para pemedek (umat) oleh Desa Adat Serangan.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Prajuru Desa Adat Serangan, Wayan Patut, saat dikonfirmasi langsung terkait persiapan menyambut Karya Puncak Pujawali Pura Sakenan, pihaknya menekankan bahwa lahan seluas tersebut diprediksi akan sanggup menampung sekitar 30.000 kendaraan roda dua dan  5.000 kendaraan roda empat, sebagiannya juga akan dimanfaatkan untuk lapak-lapak berjualan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Area parkir sebelum memasuki jembatan menuju Pura Sakenan Desa Adat Serangan yang disediakan dan difasilitasi oleh BTID, KEK Kura Kura Bali.

"Dari hasil rapat kemarin bersama pihak BTID, diketahui ada kurang lebih 4 Hektare yang akan disediakan oleh BTID untuk dipergunakan sebagai lahan parkir. Setidaknya lahan tersebut bisa menampung 30.000 motor dan 5.000 mobil, tentunya juga akan ada biaya parkir yang akan kami (Desa Adat Serangan, red) kenakan kepada para pemedek (umat, red) yang nangkil (berdoa, red) ring (di, red) Pura Sakenan," ujar Wayan Patut.

Upaya positif yang diberikan PT BTID dalam mendukung rangkaian Karya Pujawali Pura Sakenan, juga mendapat respon positif dari Bandesa Adat Serangan, I Nyoman Gede Pariartha, mengungkapkan apresiasinya kepada PT BTID yang ikut bersama mengantisipasi membeludaknya pamedek yang tangkil dengan menyediakan lahan parkir khusus.

Selain itu, pihaknya juga merespon positif terkait pelaksanaan Fesitval Penjor Desa Serangan III digelar sebagai wadah bagi generasi muda setempat untuk menyalurkan bakat seni sekaligus menjaga kelestarian tradisi leluhur.

"Ini adalah kolaborasi dari BTID dengan warga Serangan, khususnya bagi pemuda-pemudi Serangan. Dalam rangka memperingati atau ikut menyemarakkan Hari Raya Kuningan yang jatuh pada Sabtu nanti, 27 Juni, dan tentu saja bertepatan dengan acara Pujawali Pura Dalem Sakenan," ujarnya. 

Pada Puncak Bhakti Pujawali di Pura Sakenan, Desa Adat Serangan, Denpasar, bertepatan dengan Hari Raya Kuningan, Sabtu (27/06), ribuan pemedek dari Kabupaten / Kota di Bali berduyun-duyun pedek tangkil menenuhi pelataran pura. 

Hingga pukul 15.00 Wita, sesuai pengamatan dari Atnews, para pemedek terus berdatangan silih berganti. Mereka rela untuk antre menunggu giliran. Meskipun antre dalam waktu cukup lama; namun mereka dari kalangan anak-anak, tua-muda, nampak sabar. 

Serangkaian dengan upacara Bhakti Pujawali ini, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, bersama jajaran Pemerintah Kota Denpasar juga menghadiri upacara yang datangnya setiap enam bulan kalender Bali itu atau tepatnya setiap 210 hari sekali.

Hadir pula pada kesempatan tersebut Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar I Made Oka Cahyadi Wiguna, Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara, serta pimpinan perangkat daerah, tokoh masyarakat, untuk melaksanakan persembahyangan.

Berdasarkan Dudonan Piodalan yang diterbitkan Puri Agung Kesiman selaku Pengempon Pura Sakenan, rangkaian piodalan diawali pada Kamis (25/06) dengan kegiatan mareresik, mamenjor, ngiyas pelinggih, serta ngunggahang lamak yang melibatkan pemangku, pengemong, panitia, mahasiswa, siswa, dan masyarakat. 

Selanjutnya, pada Jumat (26/06) dilaksanakan prosesi Ngelungsur Ida Bhatara ke Pura Pesamuhan Agung. 

Puncak pujawali pada Sabtu (27/06), ditandai dengan persembahyangan bersama serta pementasan Tari Rejang Wali, Tari Topeng Wali, dan Wayang Lemah sebagai bagian dari upacara sakral. Rangkaian upacara akan dilanjutkan dengan Bhakti Penganyar pada Minggu (28/06) dan Senin (29/06). 

Pada Selasa (30/06), hari terakhir akan dilaksanakan upacara Penyineban sebagai penutup seluruh rangkaian piodalan dengan prosesi Ida Bhatara kembali ke payogan.

Usai mengikuti persembahyangan, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan bahwa pelaksanaan Bhakti Pujawali merupakan momentum untuk memperkuat sradha dan bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sekaligus memohon keselamatan, kedamaian, serta kerahayuan jagat. 

"Melalui pelaksanaan Pujawali ini, semoga seluruh umat senantiasa diberikan tuntunan untuk menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan sebagai implementasi ajaran Tri Hita Karana," ujar Jaya Negara.

Di sela-sela kegiatan, Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka, menjelaskan bahwa berdasarkan tuntunan sastra suci Hindu seperti Lontar Sundarigama, Lontar Jaya Kusuma, dan Usana Bali, Hari Suci Kuningan merupakan momentum puncak kemenangan Dharma melawan Adharma yang dirayakan dengan penuh rasa syukur. Ditambahkan, perayaan Kuningan juga sarat makna filosofis melalui berbagai sarana upakara, seperti nasi kuning, tamiang, serta endong.

"Sebagai salah satu Pura Dang Kahyangan yang disucikan dan menjadi pilar spiritual di Kota Denpasar, Pura Sakenan senantiasa dipadati umat dari berbagai daerah. Kehadiran PHDI Kota Denpasar, majelis agama, perangkat desa adat, serta seluruh pemedek mencerminkan semangat kebersamaan dalam memohon anugerah kesehatan, kedamaian, dan kesejahteraan dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa," ujar I Made Arka. (GAB/IBM/002).

Baca Artikel Menarik Lainnya : Wedding Organizer Harus Kreatif Tampilkan Keunikan Bali

Terpopuler

Kemenangan Dharma atas Adharma Tidak Sebatas Slogan, Merta: Adat dan Budaya Bali Bisa Bertahan Sepanjang Masih Ada Tanah

Kemenangan Dharma atas Adharma Tidak Sebatas Slogan, Merta: Adat dan Budaya Bali Bisa Bertahan Sepanjang Masih Ada Tanah

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Tutik Kusuma Wardhani Ucapkan Hari Raya Galungan dan Kuningan

Tutik Kusuma Wardhani Ucapkan Hari Raya Galungan dan Kuningan

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

Stan PKB 2026 Digratiskan, Putri Koster Pastikan Tidak Ada Pungli Bagi Pedagang

Stan PKB 2026 Digratiskan, Putri Koster Pastikan Tidak Ada Pungli Bagi Pedagang

Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Tegaskan Transformasi Menuju Ekonomi Berkeadilan

Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Tegaskan Transformasi Menuju Ekonomi Berkeadilan