Potensi Ekonomi dan Daya Saing Indonesia, Persaingan Global Semakin Ketat
Banner Bawah

Potensi Ekonomi dan Daya Saing Indonesia, Persaingan Global Semakin Ketat

Admin 2 - atnews

2026-06-28
Bagikan :
Dokumentasi dari - Potensi Ekonomi dan Daya Saing Indonesia, Persaingan Global Semakin Ketat
Prof. Dr. IB Raka Suardana, SE., MM., Guru Besar FEB Undiknas dan WKU Kadin Bali (ist/atnews)
Denpasar (Atnews) - Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Undiknas dan WKU Kadin Bali 2025-2030 Prof. Dr. IB Raka Suardana, SE.,MM mengatakan, penurunan posisi Indonesia dalam pemeringkatan IMD World Competitiveness 2026 dari peringkat 40 menjadi 48 merupakan sinyal penting yang tidak boleh dipandang sebagai sekadar perubahan angka statistik. 

Peringkat daya saing pada dasarnya mencerminkan kemampuan suatu negara dalam menciptakan lingkungan yang mendukung produktivitas, investasi, inovasi, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. 

"Ketika Indonesia mengalami penurunan hingga delapan peringkat dalam satu tahun, hal tersebut menunjukkan adanya tantangan struktural yang perlu segera mendapatkan perhatian serius," kata Prof. Raka Suardana di Denpasar, Minggu (28/6).

Menariknya, penurunan tersebut terjadi bukan karena lemahnya fundamental makroekonomi. 

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia masih mampu menjaga pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil, mengendalikan inflasi, serta mempertahankan ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian global. 

Namun, kekuatan makroekonomi ternyata belum cukup untuk menjaga daya saing apabila tidak didukung oleh kualitas kelembagaan, infrastruktur, dan efisiensi dunia usaha yang memadai.

Salah satu faktor yang menjadi sorotan adalah aspek kelembagaan pemerintah. 

Dunia usaha membutuhkan kepastian hukum, konsistensi regulasi, kemudahan perizinan, serta birokrasi yang responsif terhadap kebutuhan investasi. 

Ketika proses administrasi masih dianggap rumit atau sering mengalami perubahan kebijakan, investor cenderung menilai risiko berusaha menjadi lebih tinggi. 

Dalam persaingan global yang semakin ketat, negara-negara tujuan investasi berlomba memberikan kepastian dan kemudahan bagi pelaku usaha sehingga Indonesia dituntut untuk terus melakukan reformasi kelembagaan secara berkelanjutan.

Selain itu, kualitas infrastruktur masih menjadi pekerjaan rumah yang penting. 

Meskipun pembangunan jalan tol, pelabuhan, bandara, dan berbagai fasilitas publik telah mengalami kemajuan signifikan dalam satu dekade terakhir, tantangan pemerataan dan efisiensi pemanfaatannya masih perlu diselesaikan. 

Infrastruktur tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga mencakup konektivitas digital, logistik, energi, dan layanan publik yang mampu menurunkan biaya ekonomi. 

Apabila biaya logistik dan distribusi masih relatif tinggi dibandingkan negara pesaing, maka daya saing produk dan jasa Indonesia akan ikut terpengaruh.

Aspek efisiensi bisnis juga menjadi faktor penentu. Dunia usaha saat ini menghadapi persaingan yang semakin berbasis teknologi, inovasi, dan kecepatan pengambilan keputusan. 

Oleh karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia, adopsi teknologi digital, produktivitas tenaga kerja, serta kemudahan akses pembiayaan menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda. 

Tanpa peningkatan efisiensi, perusahaan-perusahaan nasional akan menghadapi kesulitan untuk bersaing di pasar regional maupun global.

Dari perspektif investasi, penurunan daya saing dapat memengaruhi persepsi investor asing terhadap prospek Indonesia. 

Investor pada umumnya mempertimbangkan berbagai indikator sebelum menanamkan modalnya, termasuk stabilitas kebijakan, kualitas infrastruktur, efisiensi birokrasi, dan kemudahan menjalankan usaha. 

Jika indikator-indikator tersebut mengalami penurunan, maka arus investasi berpotensi beralih ke negara lain yang dinilai lebih kompetitif.

Oleh karena itu, penurunan peringkat daya saing ini seharusnya menjadi momentum evaluasi dan perbaikan. Indonesia memiliki potensi ekonomi yang besar, pasar domestik yang luas, serta sumber daya yang melimpah. 

Namun, potensi tersebut hanya dapat diwujudkan secara optimal apabila dibarengi dengan penguatan kelembagaan, percepatan pembangunan infrastruktur yang berkualitas, serta peningkatan efisiensi dunia usaha. 

Dengan langkah-langkah tersebut, Indonesia dapat kembali meningkatkan daya saingnya dan memperkuat posisinya sebagai salah satu kekuatan ekonomi utama di kawasan dan dunia. (Z/002)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Ketum Dharma Pertiwi Kunjungi Museum Mahatma Gandhi di India

Terpopuler

Kemenangan Dharma atas Adharma Tidak Sebatas Slogan, Merta: Adat dan Budaya Bali Bisa Bertahan Sepanjang Masih Ada Tanah

Kemenangan Dharma atas Adharma Tidak Sebatas Slogan, Merta: Adat dan Budaya Bali Bisa Bertahan Sepanjang Masih Ada Tanah

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Pimpinan DPRD Badung Ucapkan Galungan dan Kuningan

Pimpinan DPRD Badung Ucapkan Galungan dan Kuningan

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

Stan PKB 2026 Digratiskan, Putri Koster Pastikan Tidak Ada Pungli Bagi Pedagang

Stan PKB 2026 Digratiskan, Putri Koster Pastikan Tidak Ada Pungli Bagi Pedagang

Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Tegaskan Transformasi Menuju Ekonomi Berkeadilan

Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Tegaskan Transformasi Menuju Ekonomi Berkeadilan