Singaraja (Atnews). Ia punya nama lengkap Dr. I Made Pageh, M.Hum. Teman-temannya biasa memanggi Made atau Pak Made. Ia sering tampil di forum-forum ilmiah level nasional sebagai seorang sejarawan atau pakar di bidang sejarah. Ketika diminta komentarnya tentang beberapa hal yang menyangkut sejarah dan ilmu Sejarah, Selasa 10/3, cepat direspon dengan sigap "siap."
Mengapa orang tertarik mempelajari ilmu Sejarah ? Pertama, karena ada usaha untuk menjadikan dirinya, keluarganya, bagian dari sejarah masa lalu yang gemilang. Kedua, karena yang bersangkutan mengalami masalah dengan masa sekarang terkait dengan masa silamnya terutama dalam penghormatan luluhurnya. Ketiga, ingin belajar kebijakan dari sejarah.
Mengapa anak-anak lulusan SMA jarang mau melanjutkan ke Jurusan Ilmu Sejarah ? Made menjawab; Pertama, karena ilmu Sejarah bukan untuk mendapatkan materi, uang, kedudukan, status dan sebagainya. Kedua, karena makna belajar sejarah dipahami oleh mereka hanya belajar tentang peristiwa masa lalu. Ketiga, sejarah dipahami sudah selesai seperti yang diajarkan oleh guru-gurunya.
Metode apa yang cocok dipakai untuk mempelajari ilmu Sejarah agar efektif ? Metode apa saja boleh digunakan asalkan dapat mencerdaskan anak didik. Jadi, penggunaan metode tak menjadi masalah. Catatan penulis, mengenai metode pembelajaran cukup banyak lebih dari sepuluh mulai dari metode ceramah, diskusi, tanya jawab hingga metode karya wisata.
Biasanya orang lebih tertarik dengan masa depan ketimbang masa lalu, komentar Anda ? Hal itu wajar terjadi karena mereka tidak memahami pentingnya sejarah untuk menjadi hidup bijaksana. Bukan untuk kaya harta tapi untuk kaya hati. Dimensi pemikiran masyarakat di era globalisasi sekarang ini lebih condong pada duit, di situlah letak masalahnya.
Ayah dua dokter Dr. I Made Pageh, M.Hum. jebolan SPG tahun 1982, program S1 FKIP Unud Singaraja Jurusan Pendidikan Sejarah 1986, lanjut tamat S2 UGM 1988 Jurusan Sejarah, dan keluaran S3 Kajian Budaya Unud tahun 2016.
Kelahiran Baturiti, Tabanan ini tinggal di Jl. Sri Rama 17 Baktiseraga Singaraja. Kini ia dikaruniai tiga anak, dua di antaranya dokter yang keduanya bekerja di Puskesmas wilayah kabupaten Buleleng. Pertama, dr. Dessy Aryani Kepala Puskesmas Busungbiu, dan dr. Iska Novi Udayani diangkat di Puskesmas Tangguwisia Seririt. Anak ketiga masih duduk di bangku SMAN 1 Singaraja bernama Pandea Trisna Pradnyani. Tampaknya Made Pageh kini sedang bersiap-siap mengajukan usulan ke Guru Besar pada Jurusan Sejarah Undiksha, dan teman-temannya pun menilai dosen yang kini mendapat tugas tambahan Ketua Koperasi Kuwera, sudah layak menyandang gelar fungsional akademik profesor (Pewawancara: Romi Sudhita/atm).