Denpasar (Atnews) - Gubernur Bali, Wayan Koster menandaskan, betapa penting dan strategisnya Desa Adat (DA) di Bali yang betul-betul harus diurus dengan suatu niatan yang baik dengan suatu niatan yang tulus dan lurus, karena DA ini dibentuk oleh para leluhur, orang suci yang punya kemampuan tembus jaman.
"Jadi yang membuat desa adat ini bukan orang biasa", tegasnya. Dikatakannya, kalau diperhatikan riwayatnya, sejarahnya, sudah beribu tahun yang lalu, dibentuk oleh Panglingsir dengan unsur-unsur yang ada didalamnya, dengan organisasi yang ada didalamnya , dengan cara kepemimpinan yang dibangun didalamnya , dengan aturan yang dibangun didalamnya, ada awig, ada pararem, strukturnya, sistematikanya lengkap, dibentuk oleh panglingsir kita yang dinamakan Desa Adat.
Kenapa dikatakan luar biasa, karena dibentuknya jaman dahulu, belum ada lembaga pendidikan . Kalau kita bisa berbuat karena sekolah dari SD, SMP, SMA, sampai Perguruan Tinggi. Kalau jaman dahulu tidak ada, jangankan Perguruan Tinggi, SD-pun tidak ada, tetapi beliau itu bisa menciptakan suatu lembaga yang isinya luar biasa; dan berwawasan ke depan yang tembus jaman yang unik keberadaannya yang original dari nilai-nilai kelokalan di Bali.
Ini yang menjadi pembeda antara Bali dengan daerah lain di Indonesia. Kita bangga karena warisan ini dan bangga juga karena ada yang mampu meneruskan walaupun belum utuh" ucapnya, seraya menambahkan maka di era kepemimpinannya sesuai dengan visi Nangun Sat Kertih Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru, maka hal yang paling fundamental buat dirinya Bali ini adalah "Desa Adat".
Penegasan itu disampaikan ketika menghadiri upacara pengukuhan prajuru pasikian krama istri, pasikian pecalang, pasikian yowana MDA. Provinsi Bali Masa bakti 2020-2025, di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya. (17/09).
Menurut Gubernur, dari DA inilah kita bisa bergerak untuk segmen- segmen masyarakat yang lain untuk lembaga lembaga kemasyarakatan yang lain, sektor-sektor kehidupan yang lain. Semua bisa kita lembagakan, kita mulai dengan DA. Jadi betapa strategisnya, tegasnya berulang-ulang. Maka lembaga DA di Bali ini, dia fundamental, strategis, bukan lembaga biasa seperti ormas; bukan! Spiritnya beda, tegasnya.
Sementara itu, Bendesa Agung MDA.Provinsi Bali, Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet menyatakan bahagia dan sangat bangga atas perhatian Gubernur terhadap DA termasuk berhasil diwujudkannya kantor yang sejak lama diimpi-impikan. Kepada semua Prajuru, Manggala yang duduk di MDA, DA serta Krama seluruh Bali diminta merespon perhatian baik Gubernur beserta jajaran, serta DPRD. Provinsi dan Kabupaten/ Kota, serta Walikota dan para Bupati Se Bali dengan ngayah, meyadnya, bekerja tanpa pamrih. Dengan ini, barulah kemudian DA dengan MDA-nya, bisa bangkit menjadi terhormat. "
Mari kita bangkit menjadi terhormat, artinya karena kita dihormati, disegani , diperhitungkan, karena kita ngayah meyadnya dengan lascarya nekeng tuas, ujarnya meyakinkan.
Mereka yang dikukuhkan oleh Bendesa Agung Prov. Bali sebagai Manggala Utama Prajuru Pasikian Paiketan Krama Istri DA di Bali MDA. Provinsi Bali Ni Putu Putri Suastini.
Manggala Tjok. Istri Agung Kusuma Wardhani, DH., MM. Penyarikan Dr. Ni Wayan Suryati, S, SH. MM. M.Ag., Patengen Anak Agung Sri Utari, SE.
Manggala Utama Prajuru Pasikian Pacalang Bali MDA. Provinsi Bali, I Made Mudra, Penyarikan Utama Ngurah Putu Hadi Pradnyana, SH.
Patengen Utama I Ketut Wiratna, SE., sebagai Manggala Utama Prajuru Pasikian Yowana Desa Adat Provinsi Bali Masa Bakti 2020-2025. Ida Dewa Agung Lesmana, SH. M.Kn., Petajuh Manggala Utama I: Dr. I Made Adi Surya Pradnya, S. Ag. M.Ag., Penyarikan Utama: I Kt Bagus Arjana Wira Putra, SS.
Patajuh Penyarikan Utama: Ni Putu Indah Permata Sari. Patengen Utama: Pradnyananda Candra Patmi, S.Pd. Petajuh Patengen Utama: Ni Md Dita Puspitayanti, dilengkapi beberapa bidang & Pangrajeg serta Panuntun.(IBM/001)