Ratusan Orang Mebayuh Oton dan Sapuh Leger Saat Tumpek Wayang
Banner Bawah

Ratusan Orang Mebayuh Oton dan Sapuh Leger Saat Tumpek Wayang

Atmadja - atnews

2021-01-09
Bagikan :
Dokumentasi dari - Ratusan Orang Mebayuh Oton dan Sapuh Leger Saat Tumpek Wayang
Slider 1
Karangasem (Atnrws)  - Ratusan orang dari berbagai kabupaten di Bali sangat antusias mengikuti Mebayuh Oton dan Sapuh Leger Masal yang digelar Desa Tumbu Karangasem Bali yang bekerjasama dengan *YAYASAN KI PATIH WULUNG*. 
Mebayuh Oton dan Sapu Leger ini dilakukan di Grya Telaga Manik Mas Desa Tumbu Karangasem, Sabtu (09/01).
Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian *IDA MPU NABE NATHA JAYA KESUME* terhadap masyarakat Karangasem pada khususnya dan masyarakat Bali pada umumnya, mengingat Mabayuh Oton dan Sapuh Leger yang dilakukan secara pribadi/perorangan akan memerlukan biaya yang tidak sedikit. Disamping itu, hal ini juga bertujuan untuk menekan biaya pelaksanaan Upacara Yadnya dan meningkatkan persatuan dan kesatuan serta semangat kebersamaan sebagai umat Agama Hindu di Bali.
Ketua Yayasan Ki Patih Wulung I Komang Widiartha ST, mengatakan bahwa kita semua harus patut berbangga dan berbahagia karena Griya agung Telaga Mas sudah melaksanakan kegiatan ini untuk yang kesekian kalinya  dan kegiatan ini sangat membantu masyarakat kurang mampu, apalagi pada saat kita dalam posisi musibah Pandemi Covid 19, 
Mebayuh Oton dan Sapuh Leger Masal sangat meringankan beban masyarakat dalam segi pembiayaan. Sehingga kekhawatiran dari masyarakat yang mempunyai sanak saudara, orang-tua maupun anak yang lahir pada wuku Tumpek Wayang bisa teratasi dengan kegiatan seperti ini.
Karena Umat Hindu terutama di Bali meyakini, bahwa orang yang lahir pada tumpek wayang atau pas pada rahina tumpek wayang adalah kelahiran yang cemer, melik serta mala secara istilah Bali sering disebut kepingit. Dan kebanyakan orang-tua yang mempunyai anak yang lahir pada wuku tersebut khawatir, was-was hingga ketakutan dengan nasib buruk anaknya.
Dengan mengikuti atau melakukan upacara Yadnya Mabayuh Oton dan Sapuh Leger ini diharapkan mampu membersihkan dan menyucikan hal-hal yang cemer, kala, atau pun mala dalam diri seorang akibat tercemar atau kotor secara rohani lewat lakon yang ditampilkan melalui pertunjukan wayang, yakni ‘Wayang Sapuh Leger’.
Untuk itu Griya Agung Telaga Manik Mas bekerjasama dengan Yayasan Ki Patih Wulung menggelar Mebayuh Oton dan Sapu Leger Masal. Kegiatan ini juga diiringi dengan pewintenan beberapa Pemangku dan bayuh warak keruron dari umat hindu berbagai wilayah di Bali.
Untuk kegiatan ini di puput oleh 3 sulinggih dan 6 Jro Gede yang di bantu oleh beberapa orang pemangku.(atm/02)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Penumpang di Bandara Ngurah Rai naik 14.75 persen Januari 2019

Terpopuler

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

BALI TOURISM RUN 2026 – THE JOURNEY BEGIN FROM JATILUWIH

BALI TOURISM RUN 2026 – THE JOURNEY BEGIN FROM JATILUWIH

Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Tegaskan Transformasi Menuju Ekonomi Berkeadilan

Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Tegaskan Transformasi Menuju Ekonomi Berkeadilan

Senantara: Kita Butuh Investor yang Jaga Bali, Bukan Cuma Cari Untung

Senantara: Kita Butuh Investor yang Jaga Bali, Bukan Cuma Cari Untung

Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia

Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia