Cegah Terminal jadi Pasar Semrawut, Pemkot Denpasar Bangun Kawasan Terpadu Pasar dan Terminal Kreneng
Admin - atnews
2025-06-18
Bagikan :
Kepala Dinas Perhubungan I Ketut Sriawan (Artaya/Atnews)
Denpasar (Atnews) - Pemerintah Kota Denpasar akan membangun Kawasan Terpadu Pasar dan Terminal Kreneng dengan pengelolaan yang efisien dan berkelanjutan.
Pedagang Terminal Kreneng direlokasi ke Pasar Kreneng. Upaya itu mencegah terminal menjadi pasar yang kumuh dan semrawut.
Relokasi pedagang langsung ditinjau oleh Kepala Dinas Perhubungan I Ketut Sriawan bersama Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma, Ida Bagus Kompyang Wiranata dan Kepala Pasar Kreneng I Gusti Ngurah Arya Kusuma di Denpasar, Senin (16/6).
Sebelumnya juga peninjauan sudah dilakukan dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, didampingi para Asisten Sekda, Kepala Dinas Perhubungan I Ketut Sriawan, jajaran Dinas PUPR, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), serta instansi teknis lainnya pada Selasa (10/6).
Kepala Dinas Perhubungan I Ketut Sriawan mengucapkan terima kasih kepada tim yang bertugas di Terminal Kreneng yang bergerak menata kembali terminal.
Terminal Kreneng akan ditata sehingga kembali terhubung dengan Terminal Ubug. Begitu juga dengan hadirnya Trans Metro Dewata (TMD), masyarakat sudah bisa menggunakan transportasi publik melakukan perjalanan dengan murah dan nyaman ke Bandara I Gusti Ngurah Rai dan Sanur.
Khususnya Terminal Kreneng akan dibangun ruang tunggu ber-AC sehingga masyarakat nyaman, bahkan kantong-kantong parkir yang memadai
"Memantapkan kendaraan umum untuk kurangi kemacetan. Salah satu kurangi kendaraan pribadi dengan hadir TMD," kata Sriawan didampingi didampingi Kabid Prasarana Transportasi Dinas Perhubungan Kota Denpasar, Dewa Adi Pradnyan.
Dalam melengkapi TMD, pihaknya juga akan menambah kendaraan angkutan feeder pada tahun 2026, jenis layanan transportasi umum yang berfungsi sebagai pengumpan atau penghubung antara titik-titik transportasi utama seperti terminal bus, atau pelabuhan, dengan area yang lebih kecil dan pemukiman.
Untuk itu, Terminal Kreneng menjadi terintegrasi dengan transpsortasi publik dan pasar dalam menggerakan orang ke pusat pasar.
"Sambil menunggu TMD, masyarakat bisa menikmati kuliner Pasar Tradisional Pasar Kreneng," ungkapnya.
Baginya, transportasi publik merupakan sebuah keharusan dalam layanan kota modern.
Dalam mewujudkan hal itu, diperlukan dukungan lintas sektor serta masyatakat.
Sementara itu, Kepala Pasar Kreneng Arya Kusuma mengatakan relokasi itu untuk menata pasar agar lebih tertib dan bersih. Hal itu dalam menghilangkan kesan-kesan kumuh dan semrawut.
Mulai saat ini, pedagang Terminal Kreneng sudah dibawah naungan Pengelola Pasar Kreneng.
"Harapan ini bersama dari dari harapan masyarakat Denpasar dan Pemkot Denpasar," kata Arya Kusuma.
Ia juga akan menata lantai I Pasar Kreneng agar lebih rapi dan bersih. Masyarakat Denpasar juga berminat berjualan masih terbuka untuk mengisi los lantai I tersebut.
Dalam memudahkan pengunjung berbelanja, pihaknya sudah melengkapi dengan petunjuk los.
Selain itu, pihaknya sudah mengumumkan kepada masyarakat terkait relokasi pedagang Terminal Kreneng pindah ke Pasar Kreneng melalui media online dan pengumuman - pengumuman. Untuk itu, semoga warga semakin ramai dan gemar berbelaja ke Pasar Kreneng.
Salah satu Pedagang Jam dan Asessoris Duri Efendi memuji keputusan Pemkot Denpasar dalam menata kembali Pasar Kreneng yang kumuh.
"Sangat luar biasa keputusannya. Buka pertama tidak mengurangi pendapatannya. Semua (pedagang-red) tanyak, semua tidak kosong semua dapat jualan," bebernya.
Pedagang mungucapkan terima kasih. Sementara pedagang diberikan gratis. Mereka dikenakan biaya pada awal Agustus 2025.
Sebelumnya, Pasar Kreneng yang kumuh telah mendapatkan sorotan dari berbagai kalangan baik dari Warga Denpasar Putu Suasta yang juga Alumni UGM dan Cornell University, Ekonom Jro Gde Sudibya, Rektor Universitas Dhyana Pura Prof. Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, S.E., M.MA., M.A., Pengamat Kebijakan Publik yang juga Direktur Politeknik El Bajo Commodus, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, Akademisi Guru Besar Teknik Mesin Fakultas Teknik (FT) Universitas Udayana (Unud) Prof Dr Ir I Gusti Ngurah Nitya Shantiarsa MT, Senior KITA Indonesia, Guru Besar Unud Prof. Dewa Palguna, Pengamat Kebijakan Publik Agung Wirapramana yang dikenal Agung Pram yang juga Pengamat Ecosystem yang juga Managing Director Satonda Reserve dan Anggota DPRD Denpasar Yonathan Andre Baskoro, Founder Agro Learning Center dan Ketua Yayasan Tamiang Bali Mandiri I Nyoman Baskara. (GAB/001)