Bertemu Kepala KSP Moeldoko, Lahan Eks Pengungsi Tim-Tim di Buleleng Segera Tuntas
Banner Bawah

Bertemu Kepala KSP Moeldoko, Lahan Eks Pengungsi Tim-Tim di Buleleng Segera Tuntas

Artaya - atnews

2021-12-21
Bagikan :
Dokumentasi dari - Bertemu Kepala KSP Moeldoko, Lahan Eks Pengungsi Tim-Tim di Buleleng Segera Tuntas
Slider 1
Buleleng (Atnews) -  Komitmen pemerintahan dibawah Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menuntaskan konflik pertanahan/konflik agraria nampaknya benar-benar dilakukan. Setelah berhasil menuntaskan konflik agraria dengan menyerahkan sertifikat hak milik (SHM) sebanyak 1.613 bidang untuk warga Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng Bali, juga menyusul penyelesaian yang sama akan dilakukan untuk ratusan  eks pengungsi Timor Timur (Timtim) di Desa Sumberklampok dalam waktu dekat ini.
Diperkiarakan penyelesaian pensertifikatan tanah yang kini ditempati warga eks Tim-Tim akan menjadi kado manis memasuki awal tahun 2022 buat warga eks pengungsi Timtim.
Kepastian penyelesaian ini setelah 3 perwakilan eks pengunsi Timtim didamping Koordinator Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Bali Ni Made Indrawati, bertemu dengan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jendral (Purn) Moeldoko di Jimbaran,Bali belum lama ini.
Dari informasi yang didapat Atnrws ini, pertemuan antara perwakilan eks pengungsi Timtim dengan Moeldoko dan Kementrian Lingkungan Hidup serta unsur pemerintah Provinsi Bali telah dicapai kepastian penyelasaian masalah lahan eks pengungsi Tim-Tim.
Bahkan, dalam pertemuan tersebut,telah diserahakan dokumen rencana strategis dalam waktu 20 tahun kedepan untuk akses reform dilahan yang bakal diserahkan kepada pengungsi Tim-Tim.
Adapun tiga tokoh eks pengungsi Timtim yang telah bertemu secara khusus dengan Moeldoko yakni  Nengah Kisid, Nengah Nuragia dan Kadek Widiastawan.
Dengan demikian,perjuangan selama 21 tahun 107 KK warga  eks transmigran/ pengungsi Tim-Tim untuk mendapatkan redistribusi tanah  dalam sengketa tenurial segera menjadi kenyataan.
Melalui rapat koordinasi antar kementrian  terkait yang di pimpin Moeldoko telah menyepakati  dilaksanakanya percepatan redistribusi tanah bagi warga eks Timtim  sabagai pelaksanaan Reforma Agraria. 
Hal itu dibenarkan Koordinator Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Bali, Ni Made Indrawati. Menurutnya,secara proses penyelesaian lahan untuk eks  pengungsi Tim-Tim memang sudah mendekati final, tinggal beberapa langkah untuk dituntaskan.
"Mudah-mudahan segera beres. Untuk permohonan pengungsi sudah disampaikan langsung kepada Kepala KSP Moeldoko,"kata Indrawati,Senin (20/21).
Seperti diketahui, sebanyak107 kepala keluarga atau sebanyak 319 jiwa lebih eks pengungsi Tim-Tim telah mendiami lahan kawasan hutan produksi terbatas (HPT) di Banjar Adat Bukit Sari Desa Sumberklampok dalam skala luas 136,96 hektar. Dilahan tersebut,warga yang merupakan eks transmigran Tim-Tim asal berbagai daerah di Bali itu telah melakukan cocok tanam berbagai tanaman produksi untuk menunjang hidupnya.
Mereka dipaksa keluar dan kehilangan harta benda pasca jejak pendapat Tim-Tim pada era Pemerintahan BJ Habibie.
Selama setahun oleh Pemerintah di tempatkan ditransito/Ifuntor Transrniglasi Kabupaten Buleleng. Kemudian dengan berjalannya waktu, pada bulan September tahun 2000 dipindahkan ke Kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) di Desa Sumberklampok oleh pemerintah Kabupaten Buleleng dan pemerintah Provinsi Bali tanpa legalitas yang jelas.
Sementara perwakilan warga eks pengungsi Tim-Tim Nengah Kisid,membenarkan dirinya bersama dua perwakilan warga lainya telah bertemu KSP Moeldoko belum lama ini di Jimbaran. Hasilnya,menurut Kisid,cukup menggembirakan dan prospektif. Ia berharap pertemuan itu akan menjadi akhir mimpi buruk warga eks pengungsi Timtim yang selama ini hidup tanpa kepastian setelah menjadi korban jajak pendapat/refrendum Tim-Tim beberapa tahun silam.
"Dengan pak Moeldoko kami memang dipanggil secara khusus. Selain beliau ingin mendengar cerita situasi saat jajak pendapat di Timtim (30 Agustus 1999),juga soal lahan yang saat ini kami tempati di Desa Sumberklampok,"ucap Nengah Kisid.
Setelah pertemuan itu,Nengah Kisid mengaku persoalan lahan akan segera selesai mengingat komitmen pemerintah cukup konsisten menyelesaikan persoalan terkait konflik agraria.
"Pak Moeldoko sangat ingin (soal lahan eks Tim-Tim) cepat selesai. Kami apresiasi pak Moeldoko dan Presiden Jokowi atas wujud keprihatinannya dalam percepatan penyelesaian lokasi prioritas reforma agraria di lahan eks pengungsi Tim-Tim Sumberklampok,"ucapanya. (WAN)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Pramuka Bali Peringati Hari Baden Powell ke-162

Terpopuler

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Tegaskan Transformasi Menuju Ekonomi Berkeadilan

Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Tegaskan Transformasi Menuju Ekonomi Berkeadilan

Senantara: Kita Butuh Investor yang Jaga Bali, Bukan Cuma Cari Untung

Senantara: Kita Butuh Investor yang Jaga Bali, Bukan Cuma Cari Untung

Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia

Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia