Revitalisasi Pasar Kreneng: Tantangan Legasi Kebijakan Publik
Banner Bawah

Revitalisasi Pasar Kreneng: Tantangan Legasi Kebijakan Publik

Admin - atnews

2025-05-24
Bagikan :
Dokumentasi dari - Revitalisasi Pasar Kreneng: Tantangan Legasi Kebijakan Publik
Pasar Kreneng (Artaya/Atnews)
Denpasar (Atnews) - Wacana revitalisasi Pasar Kreneng, salah satu ikon Denpasar, kembali mencuat dan memicu diskusi hangat mengenai pendekatan terbaik dalam menjaga warisan dan memastikan keberlanjutan.

Pengamat Kebijakan Publik Agung Wirapramana yang dikenal Agung Pram yang juga Pengamat Ecosystem mengupas dari sisi Ecosystem Re-Engineering, menyoroti pentingnya analisis komprehensif berbasis tujuan dan kebutuhan ekosistem dalam proses revitalisasi ini. 

Menurut Agung Pram, revitalisasi ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan sebuah tantangan legasi kebijakan publik yang memerlukan pemahaman mendalam tentang karakter dan fungsi Pasar Kreneng di masa lalu, kini, dan nanti.

Agung Pram mengemukakan pentingnya 
Pendekatan 4H dalam Pembentukan Ekosistem Berkelanjutan, dan secara tegas menyampaikan bahwa proses revitalisasi harus melibatkan pendekatan 4H yang meliputi pendekatan pertimbangan History, Holistic, Hospitality, dan Improvement Hub. 

Prinsip-prinsip ini, menurutnya selaras dengan tatanan Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang menekankan pada harmoni dan keselarasan.

"Prinsipnya bukan hanya pada tatanan bentuk bangunan dan fungsi semata, tapi juga harus memperhatikan estetika dan interaksi antar ekosistem," jelas Agung Pram menegaskan integrasi ini akan meliputi sisi History yang mempertimbangkan sejarah Pasar Kreneng sebagai pasar pagi hingga malam dan hub transportasi di masa lalu sangat krusial. 

Melupakan aspek ini dapat membuat bangunan menjadi terlalu masif namun kehilangan fungsi tujuannya. Pendekatan Holistic merupakan pertimbangan menyeluruh dalam perencanaan harus mencakup tidak hanya aspek fisik, tetapi juga sosial, budaya, dan ekonomi yang membentuk pasar, kemudian sisi Hospitality, meliputi Kebersihan, standar layanan, dan sirkulasi yang baik untuk menciptakan pengalaman yang nyaman dan menarik bagi pengunjung dan pedagang, integrasi keseluruhan aspek tersebut tentunya akan membentuk Hub ekonomi dimana Pasar Kreneng dapat hidup dan bertumbuh sebagai penghubung antar ekosistem pembentuknya, merefleksikan perannya di masa lalu dan mengadaptasinya untuk kebutuhan masa depan.

Selain 4H, Agung Wirapramana juga menekankan pentingnya konsep Landscape Architecture dalam proses tata ruang dan tata kelola. Hal ini untuk memastikan kawasan Pasar Kreneng dapat bertumbuh secara adaptif sesuai dengan dinamika lingkungan dan kebutuhan masyarakat. "Jangan sampai bangunan terlalu masif, wow, megah dan modern tapi kehilangan fungsi tujuan," tegas Agung di Denpasar, Sabtu (24/5).

Agung juga mengingatkan bahwa yang paling memahami Bali, tentu saja adalah orang Bali sendiri. "Yang kurang pas dalam pemahaman hendaknya dijadikan referensi dan disesuaikan. Jangan sampai kita mengadopsi konsep yang tidak sesuai dengan karakter dan jiwa Bali, serta kehilangan tujuan serta legacy" pungkasnya.

Sembari revitalisasi Pasar Kreneng berharap revitalisasi tidak hanya menghasilkan bangunan fisik yang baru, tetapi juga menciptakan ekosistem pasar yang berdenyut, adaptif, dan menghormati akar historis serta nilai-nilai budaya Bali. (GAB/001)




Baca Artikel Menarik Lainnya : Antiga Siapkan TOSS untuk Sampah Plastik

Terpopuler

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

Senantara: Kita Butuh Investor yang Jaga Bali, Bukan Cuma Cari Untung

Senantara: Kita Butuh Investor yang Jaga Bali, Bukan Cuma Cari Untung

ITDC Gandeng Masyarakat Benoa Kelola Sampah Organik Jadi Eco Enzyme untuk Pariwisata Berkelanjutan

ITDC Gandeng Masyarakat Benoa Kelola Sampah Organik Jadi Eco Enzyme untuk Pariwisata Berkelanjutan

81 Tahun Pancasila, Semarak di Seremoni, Tercampakkan dalam Realitas

81 Tahun Pancasila, Semarak di Seremoni, Tercampakkan dalam Realitas