IYD 2026: Yoga Menjadi Gaya Hidup dan Kebutuhan Dasar Manusia
Banner Bawah

IYD 2026: Yoga Menjadi Gaya Hidup dan Kebutuhan Dasar Manusia

Admin 2 - atnews

2026-06-21
Bagikan :
Dokumentasi dari - IYD 2026: Yoga Menjadi Gaya Hidup dan Kebutuhan Dasar Manusia
Budayawan Putu Suasta (ist/atnews)
Denpasar (Atnews) - Budayawan Putu Suasta yang juga Alumni UGM dan Cornnel University memberikan apresiasi Perayaan Hari Yoga Internasional ke-12 atau International Yoga Day (IYD) 2026 semakin marak di dunia.

Yoga semakin hari memengaruhi dunia karena kesadaran global akan kesehatan holistik. Jutaan orang di seluruh dunia, termasuk di Bali, mengintegrasikan latihan fisik, mental dan kesadaran.

Perserikatan Bangsa - Bangsa (PBB) secara resmi menetapkan 21 Juni sebagai Hari Yoga Internasional pada 11 Desember 2014. Penetapan ini diajukan oleh Perdana Menteri India Narendra Modi saat pidatonya di Majelis Umum PBB pada September 2014, dengan dukungan dari 177 negara anggota PBB. 

Untuk itu, Yoga adalah hadiah semesta, warisan Veda kuno yang bangkit kembali dari Bharat (India). Dikarenakan Veda kuno ada di seluruh dunia, ilmu pengetahuan tidak hanya di geography India moderen, kebijaksaaan Veda sudah menyebar di banyak negara.

Maka dari itu, IYD 2026, kembali diselenggarakan di Peninsula Island, Kawasan The Nusa Dua - Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Kabupaten Badung, Minggu, 21 Juni 2026.

Suasana tenang, langit senja, rumput hijau dengan latar megah patung Krishna bersama Arjuna dan deburan ombak Samudra Hindia mendukung perayaan IYD 2026. Patung dua tokoh agung Mahabharata, Krishna dan Arjuna populer dalam masyarakat. 

Momen spesial peringatan IYD 2026 bertemakan "Yoga for Healthy Ageing" atau "Yoga untuk Penuaan Sehat". 

Pelaksanaan yoga tersebut digelar Konsulat Jenderal (Konjen) India dan Pusat Kebudayaan Swami Vivekananda atau Swami Vivekananda Cultural Centre (SVCC) Bali bekerjasama dengan ITDC The Nusa Dua. 

Acara itu dihadiri Anggota DPD RI Daerah Pemilihan (Dapil) Bali I Gusti Ngurah Arya Wedakarna (AWK), Konsulat Jendral (Konjen) India di Denpasar Dr Shashank Vikram didampingi Wakil Konjen Ravindra Kumar,  Bupati Badung diwakili Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Badung, I Wayan Wijana, Vice President Commercial & Relation The Nusa Dua Made Purnama Damayanti, dan Guru Yoga Naveen Meghwal yang juga mantan Director of Swami Vivekananda Cultural Centre (SVCC) Bali/The Indian Council for Cultural Relations (ICCR) Bali.

Suasta yang juga Pengelana Global mengharapkan, yoga agar dimasyarakatkan. Mengingat Yoga tengah digemari masyarakat global kini telah menjadi gaya hidup (lifestyle) atau jalan hidup (way of life).   
            
Tanggal 21 Juni dipilih lantaran merupakan titik balik matahari musim panas atau matahari paling banyak keluar dari setiap hari lainnya dalam setahun.

Karena, Yoga mengandung nilai-nilai universal sebagai resultante dari berbagai agama dan kepercayaan. "Dalam melakukan Yoga,  tidak ada membedakan latar belakang, kasta, agama,  suku,  ras dan lainnya. Maka tidak heran dunia menerima (PBB) sebagai way of life dalam meciptakan kebahagaiaan dan kedamaian," ujarnya. 

Dalam melakukan Yoga, tidak menghilangkan identitas, justru jalan itu akan lebih mengenalkan siapa jati dirinya yang sesungguhnya. "Yoga melatih seseorang untuk damai dengan dirinya sendiri," imbuhnya.

Yoga sudah ada dari 5.000-an tahun yang lalu di India, bahkan sebelum sistem kepercayaan lahir. Kata Yoga juga disebutkan dalam literatur kuno, seperti Rig Veda. 

Yoga melambangkan penyatuan tubuh dan kesadaran. Kata "Yoga" yang berasal dari bahasa Sansekerta, yang memiliki makna menggabungkan atau menyatukan. Secara fisik, yoga adalah kesatuan tubuh, pikiran, dan nafas. Secara spiritual, yoga adalah kesatuan energi individu dengan energi universal. 

Secara sosial, yoga adalah koneksi ke seluruh jiwa manusia atau Vasudhaiva Kutumbakam artinya seluruh dunia adalah satu keluarga. Vasudhaiva Kutumbakam mengisyaratkan lima hal yaitu kebenaran, kebijakan, cinta kasih, kedamaian, dan ahimsa.

Sementara itu, Bahkan Perdana Menteri India Narendra Modi sebagai pemimpin Hindu memiliki pengaruh global yang dihormati.

Kembali menjadi perhatian dunia, PM Modi memimpin peringatan nasional Hari Yoga Internasional ke-12 dari Red Road di Kolkata, India.

Sedangkan Presiden India Droupadi Murmu memimpin demonstrasi yoga massal dan memberikan pidato utama pada acara tingkat negara bagian di Garrison Ground, Jabalpur, Madhya Pradesh

PM Modi berpartisipasi dalam sesi Protokol Yoga Bersama bersama ribuan praktisi Yoga. 

Dalam kesempatan Hari Yoga Internasional, Shri Modi menyampaikan salam kepada masyarakat di seluruh dunia, dan mencatat bahwa tanggal 21 Juni merupakan hari terpanjang dalam setahun di beberapa bagian dunia dan juga telah menjadi salah satu perayaan kolektif terbesar umat manusia melalui yoga.

Dalam pidatonya di Kolkata, Perdana Menteri mengatakan bahwa gambar-gambar inspiratif tentang yoga dapat disaksikan dari berbagai belahan dunia.

“Dari Himalaya hingga Samudra Hindia, dan dari Bengal dan Timur Laut hingga wilayah barat Saurashtra, seluruh bangsa tampak bersemangat oleh semangat yoga. Negara dan dunia tampak terhubung melalui komitmen bersama terhadap kesehatan dan harmoni, yang mencerminkan kekuatan pemersatu yoga,” ujar Shri Modi.

Perdana Menteri juga memuji warga Kolkata atas upaya mereka di bawah inisiatif “Swachhta Se Swagat”. Ia mengatakan bahwa dedikasi, kerja keras, dan tanggung jawab sipil yang ditunjukkan oleh warga dalam menjaga kebersihan telah menjadi inspirasi bagi masyarakat di seluruh negeri.

Shri Modi menyatakan bahwa perayaan Hari Yoga di Benggala Barat memiliki makna khusus karena kekayaan warisan spiritual dan budaya negara bagian tersebut. 

Ia mengenang bahwa Benggala adalah tanah tempat Bhagwan Ramakrishna Paramahansa hidup dan mengajar, tempat Swami Vivekananda memperkenalkan kearifan spiritual dan tradisi yoga India kepada dunia, dan tempat Maharshi Aurobindo dan Lahiri Mahasaya memberikan kontribusi besar bagi kemajuan pemikiran dan praktik yoga. 

"Merujuk pada ajaran Gurudev Rabindranath Tagore, Perdana Menteri mengatakan bahwa identitas manusia sejati dibentuk melalui hubungan yang bermakna dengan dunia di sekitar kita, sebuah prinsip yang terletak di jantung yoga," bebernya.

Modi juga mengutip keyakinan Maharshi Aurobindo bahwa seluruh kehidupan adalah yoga, dan mengamati bahwa ketika yoga menjadi bagian dari sifat seseorang, hal itu memperkuat fondasi persatuan manusia. 

“Yoga bukan hanya bentuk latihan fisik dan tidak dapat dibatasi pada kelompok usia tertentu. Ini adalah sumber kesadaran, vitalitas, dan pencerahan batin yang memperkaya setiap tahap kehidupan manusia,” tegas Shri Modi. 

Merujuk pada tema Hari Yoga Internasional tahun ini, “Yoga untuk Penuaan Sehat”, Ia mengatakan bahwa yoga menawarkan jalan untuk tetap sehat, aktif, dan berenergi bahkan saat seseorang bertambah tua.
Perdana Menteri menyatakan bahwa penuaan yang sehat berarti memastikan bahwa bertambahnya usia tidak mengurangi potensi manusia. 

Modi mengatakan bahwa yoga mendorong pertumbuhan dan peningkatan diri yang berkelanjutan sepanjang hidup. Ia pun mengungkapkan aspirasi bahwa individu harus berusaha untuk lebih fleksibel di usia empat puluh daripada di usia dua puluh, lebih energik di usia lima puluh daripada di usia tiga puluh, dan lebih tahan terhadap penyakit yang berkaitan dengan gaya hidup di usia tujuh puluh daripada di usia lima puluh. 

Ia mencatat bahwa yoga membantu meningkatkan fleksibilitas, mempertahankan tingkat energi, mengurangi stres, dan meningkatkan kesejahteraan mental sekaligus membantu mencegah gangguan gaya hidup. 

“Latihan yoga secara teratur mengubah individu menjadi pembelajar seumur hidup tentang tubuh dan pikiran mereka sendiri. Beliau mengatakan bahwa kesadaran diri yang lebih besar mengarah pada manajemen diri yang lebih baik dan cara hidup yang lebih sehat,” kata Shri Modi.

Perdana Menteri menyatakan bahwa tema “Yoga untuk Penuaan Sehat” tidak hanya terbatas pada lansia tetapi relevan bagi orang-orang dari segala usia, menjadikan yoga sebagai pendamping seumur hidup dalam upaya mencapai kesehatan, kesejahteraan, dan pertumbuhan pribadi.

Merujuk pada ajaran Bhagavad Gita, Shri Krishna berbicara yoga menyatakan,  “Yukta ahara viharasya, yukta cheshtasya karmasu, Yukta swapnavabodhasya, yogo bhavati dukhaha", “Kebiasaan makan yang seimbang, rekreasi yang seimbang, tindakan yang seimbang, serta tidur dan bangun yang seimbang memungkinkan yoga menjadi sarana untuk mengatasi penderitaan”. 

Ia mengamati bahwa keseimbangan adalah fondasi utama yoga dan sama pentingnya untuk kehidupan yang memuaskan. Yoga mengajarkan seni hidup secara seimbang. Yoga membimbing individu tentang apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari, membantu mereka mengembangkan gaya hidup yang lebih sehat.

Perdana Menteri menekankan bahwa yoga tidak hanya terbatas pada kesejahteraan fisik semata. Lebih dari itu, yoga menyediakan jalan dari kesejahteraan mental menuju kesejahteraan fisik.

Merujuk pada ungkapan “Yukta Chestasya Karmasu,” beliau mengatakan bahwa yoga membantu individu mengembangkan kebijaksanaan untuk membedakan antara yang benar dan yang salah. 

“Kesadaran seperti itu menjadi sumber kedamaian batin dan juga menciptakan jalan menuju harmoni global. Yoga tidak lagi hanya relevan sebagai praktik gaya hidup pribadi; yoga telah menjadi kebutuhan untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi dunia,” kata Shri Modi.

Shri Modi menyatakan bahwa meskipun jutaan orang berpartisipasi dalam kegiatan yoga setiap tahun pada kesempatan Hari Yoga Internasional, hari itu juga memberikan kesempatan untuk memperbarui komitmen kolektif untuk menjadikan yoga sebagai bagian integral dari kehidupan sehari-hari. 

Ia menyerukan kepada masyarakat untuk memastikan bahwa yoga tidak terbatas pada satu hari atau satu acara saja, tetapi menjadi bagian permanen dari kehidupan mereka, keluarga mereka, dan kehidupan generasi mendatang.

Perdana Menteri juga menyoroti kemajuan yang dicapai di bawah inisiatif “Yoga 365” tahun ini. “Program yoga daring selama 100 hari diselenggarakan di bawah inisiatif ini dan menyaksikan partisipasi publik yang belum pernah terjadi sebelumnya. Lebih dari tiga juta orang dari 130 negara berpartisipasi dalam program ini, yang mencerminkan penerimaan dan popularitas yoga yang semakin meningkat secara global,” ujar Shri Modi.

Sebagai penutup pidatonya, Shri Modi mengatakan bahwa masyarakat yang sehat meletakkan dasar bagi bangsa yang lebih kuat, lebih makmur, dan lebih percaya diri. Mengungkapkan harapannya untuk kesejahteraan semua orang, beliau mengutip doa kuno, “Sarve Bhavantu Sukhinah, Sarve Santu Niramayah” (Semoga semua berbahagia, semoga semua terbebas dari penyakit). (GAB/ART/002)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Drh Made Sunada Dipercaya Memimpin PBMM Kota Denpasar

Terpopuler

Kemenangan Dharma atas Adharma Tidak Sebatas Slogan, Merta: Adat dan Budaya Bali Bisa Bertahan Sepanjang Masih Ada Tanah

Kemenangan Dharma atas Adharma Tidak Sebatas Slogan, Merta: Adat dan Budaya Bali Bisa Bertahan Sepanjang Masih Ada Tanah

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

Stan PKB 2026 Digratiskan, Putri Koster Pastikan Tidak Ada Pungli Bagi Pedagang

Stan PKB 2026 Digratiskan, Putri Koster Pastikan Tidak Ada Pungli Bagi Pedagang

Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Tegaskan Transformasi Menuju Ekonomi Berkeadilan

Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Tegaskan Transformasi Menuju Ekonomi Berkeadilan