Indonesia Tegaskan Komitmen Perkuat Pariwisata Digital dan UMKM di Forum Menteri Pariwisata APEC 2026
Banner Bawah

Indonesia Tegaskan Komitmen Perkuat Pariwisata Digital dan UMKM di Forum Menteri Pariwisata APEC 2026

Admin 2 - atnews

2026-06-28
Bagikan :
Dokumentasi dari - Indonesia Tegaskan Komitmen Perkuat Pariwisata Digital dan UMKM di Forum Menteri Pariwisata APEC 2026
Indonesia Dorong Pariwisata Digital di Forum APEC (ist/atnews)
Tiongkok (Atnews) - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menegaskan komitmen Indonesia dalam memperkuat sektor pariwisata di Asia-Pasifik melalui inovasi digital, pemberdayaan masyarakat dan UMKM, serta kolaborasi lintas negara. 

Komitmen tersebut disampaikan dalam Pertemuan Tingkat Menteri Pariwisata APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation) ke-13 (The 13th APEC Tourism Ministerial Meeting/TMM13) yang berlangsung di Makau SAR, Tiongkok, pada 27 Juni 2026.

Menteri Pariwisata (Menpar) RI Widiyanti Putri Wardhana mengatakan bahwa pariwisata merupakan motor penggerak yang kuat bagi ketahanan ekonomi, inovasi digital, dan pembangunan berkelanjutan di kawasan Asia-Pasifik. 

"Sebagai negara yang sedang menjalani transformasi digital secara masif, Indonesia percaya bahwa titik temu antara teknologi pintar dan kolaborasi yang berpusat pada komunitas (community-centric) merupakan cara yang tepat untuk membangun ekosistem pariwisata yang tangguh, inklusif, dan terintegrasi di seluruh kawasan," kata Menteri Widiyanti.

Pandangan tersebut selaras dengan tema Pertemuan TMM13, yaitu “Digital and Intelligent Innovation, Collaborative Empowerment: Leveraging Tourism for an Asia-Pacific Community”. Pertemuan ini dihadiri oleh delegasi dari 21 ekonomi anggota APEC.

Dalam forum tersebut, Indonesia menegaskan dukungannya terhadap implementasi APEC Tourism Strategic Plan 2025–2029, Putrajaya Vision 2040, serta hasil kajian APEC Policy Support Unit, Issue Paper No. 16, yang berjudul “Enhancing the Effectiveness of Tourist Travel Facilitation Measures in the APEC Region”. 

"Indonesia siap berperan aktif di bawah keketuaan Tiongkok guna mewujudkan komunitas Asia-Pasifik yang terbuka, dinamis, tangguh, dan kolaboratif," kata Menteri Widiyanti.

Menteri Widiyanti turut memberikan intervensi terhadap dua topik pembahasan dalam pertemuan tersebut. 

Pada topik pertama yang bertajuk " How can the APEC region’s economic growth benefit from the process of empowering tourism with digital and emerging technologies?”, Menteri Widiyanti menegaskan bahwa inovasi digital dapat menjadi jembatan utama dalam transformasi pariwisata di kawasan menuju pariwisata yang bernilai tinggi, berkualitas, dan berkelanjutan.

Ia juga menekankan pentingnya ekonomi anggota APEC untuk memprioritaskan serta memperkuat kolaborasi dalam mendorong inovasi digital bagi UMKM pariwisata.

"Kami percaya bahwa inovasi digital harus menjadi jembatan untuk mentransisikan kawasan kita dari mass tourism menuju pariwisata yang bernilai tinggi, berkualitas, dan berkelanjutan," ucap Menteri Widiyanti.

Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi APEC 2025 di Republik Korea, pertumbuhan ekonomi harus bersifat inklusif dan berpusat pada masyarakat (people-centered). Sebagai catatan, sektor pariwisata Indonesia telah memberikan mata pencaharian bagi 25,91 juta tenaga kerja dan menjadi sektor dengan jumlah tenaga kerja terbesar ketiga di Indonesia. 

Oleh karena itu, Indonesia mengajak ekonomi anggota APEC untuk memastikan bahwa transformasi digital tetap inklusif, dengan mengurangi kesenjangan literasi digital dan memastikan manfaat ekonomi pariwisata dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat lokal.

Salah satu contoh inisiatif yang disampaikan Indonesia adalah perluasan pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di kawasan APEC sebagai salah satu upaya untuk memfasilitasi transaksi dan memperkuat konektivitas ekonomi. Secara domestik, QRIS juga mempermudah pelaku usaha lokal untuk mengakses pasar yang lebih luas.

Indonesia memberikan pandangan mengenai tiga prioritas pada intervensi kedua yang bertajuk “Priorities for leveraging digital innovation to support the tourism sector in the APEC region.” 

Pertama, penguatan ekosistem digital bagi UMKM pariwisata melalui peningkatan akses dan kapasitas dalam memanfaatkan infrastruktur digital, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan mendorong pertumbuhan kawasan yang lebih merata.

Kedua, memperkuat pengelolaan destinasi secara cerdas (smart destination management). Melalui program unggulan Tourism 5.0, Kemenpar telah mengembangkan MaiA, digital travel planner berbasis AI, untuk meningkatkan visibilitas destinasi serta menghadirkan pengalaman wisata yang lebih personal. 

Pemanfaatan teknologi serupa di kawasan APEC diyakini dapat meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan sekaligus mendukung pengembangan pariwisata berbasis data.

Ketiga, meningkatkan literasi digital bagi sumber daya manusia pariwisata melalui program peningkatan kapasitas bersama agar tenaga kerja pariwisata tradisional mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

"Inovasi digital harus menjadi alat yang mempersatukan, bukan penghalang bagi pengembangan yang inklusif. Indonesia siap berkolaborasi dengan seluruh ekonomi APEC untuk membangun masa depan pariwisata yang maju secara teknologi, tangguh, inklusif, dan memastikan tidak ada satu pun yang tertinggal," kata Menteri Widiyanti.

Sebagai penutup, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Rakyat Tiongkok selaku Chair TMM13, mengeluarkan Chair’s Statement yang merefleksikan kesepahaman dan pandangan bersama yang disampaikan anggota selama pertemuan. Selain itu, Meksiko ditetapkan sebagai tuan rumah Pertemuan Tingkat Menteri Pariwisata APEC berikutnya pada 2028.

Pertemuan Bilateral antara Indonesia dan Republik Korea

Di sela-sela rangkaian pertemuan, Menteri Widiyanti juga menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Republik Korea, Chae Hwi Young.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Widiyanti menyampaikan apresiasi kepada Republik Korea yang terus menjadi salah satu dari 10 pasar sumber wisatawan mancanegara terbesar bagi Indonesia.

Ia juga menyambut baik kebijakan Pemerintah Republik Korea yang memberikan pembebasan sementara dari persyaratan visa atau “temporary visa-free entry “ bagi rombongan wisatawan Indonesia yang sudah mulai diterapkan pada tanggal 28 Mei 2026.  

Menteri Widiyanti menambahkan, pertemuan bilateral tersebut diharapkan semakin memperkuat komitmen kedua negara untuk meningkatkan potensi kerja sama pariwisata dan sektor strategis lainnya.

Area kerja sama mencakup penguatan promosi bersama dengan Korea Tourism Organization (KTO) dan para agen perjalanan hingga meningkatkan kolaborasi wisata gastronomi sebagai salah satu segmen wisata minat khusus yang makin diminati.

"Dengan kesamaan visi dalam kerangka APEC dan UN Tourism, Indonesia dan Republik Korea memiliki peluang besar untuk membawa kerja sama pariwisata ke tingkat yang lebih maju dan memberikan manfaat nyata bagi kedua negara," tutur Menteri Widiyanti (Z/002) 

Baca Artikel Menarik Lainnya : Satpol PP Bali Cek Areal Banjir Gunung Agung

Terpopuler

Kemenangan Dharma atas Adharma Tidak Sebatas Slogan, Merta: Adat dan Budaya Bali Bisa Bertahan Sepanjang Masih Ada Tanah

Kemenangan Dharma atas Adharma Tidak Sebatas Slogan, Merta: Adat dan Budaya Bali Bisa Bertahan Sepanjang Masih Ada Tanah

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Yoga

Yoga

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

Stan PKB 2026 Digratiskan, Putri Koster Pastikan Tidak Ada Pungli Bagi Pedagang

Stan PKB 2026 Digratiskan, Putri Koster Pastikan Tidak Ada Pungli Bagi Pedagang

Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Tegaskan Transformasi Menuju Ekonomi Berkeadilan

Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Tegaskan Transformasi Menuju Ekonomi Berkeadilan